JENEWA, KOMPAS.TV - Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Palestina yang Diduduki Francesca Albanese menyatakan bahwa otoritas Israel menyiksa tahanan Palestina secara sistematis. Hal ini disampaikan Albanese dalam laporannya yang dirilis pada Jumat (20/3/2026).
Albanese menyatakan skala penyiksaan yang dialami tahanan Palestina di Israel menunjukkan "balas dendam kolektif dan niat menghancurkan." Pakar HAM asal Italia itu pun mendesak otoritas internasional bertindak atas penyiksaan oleh Israel.
Dalam laporannya, Albanese menyatakan telah mengumpulkan setidaknya 300 testimoni mengenai dugaan penyiksaan Israel. Testimoni dikumpulkan sejak 7 Oktober 2023 atau ketika serangan Hamas dan genosida Israel di Gaza dimulai.
Albanese menyebut tahanan Palestina mengalami "penyiksaan fisik dan psikis yang tanpa ampun" sejak 7 Oktober 2023. Bentuk penyiksaan yang terjadi meliputi pemukulan hingga pemerkosaan.
Baca Juga: AS dan Israel Serang Fasiitas Nuklir Natanz di Iran
"Pemukulan brutal, kekerasan seksual, pemerkosaan, penganiayaan mematikan, pelaparan, dan perampasan sistematis dari situasi dasar yang dibutuhkan manusia telah menimbulkan luka yang mendalam dan permanen di tubuh dan jiwa masyarakat Palestina serta orang terkasih mereka," demikian laporan Albanese dikutip Al Jazeera, Sabtu (21/3).
"Penyiksaan menjadi bagian integral dominasi serta hukuman terhadap laki-laki, perempuan, dan anak-anak, baik melalui penyiksaan dalam tahanan atau kampanye pengusiran paksa, pembunuhan massal, perampasan, serta penghancuran segala bentuk kehidupan untuk menimbulkan penderitaan dan rasa sakit kolektif jangka panjang."
Lebih lanjut, Albanese menyatakan, jumlah penangkapan warga Palestina di daerah pendudukan meningkat drastis sejak Oktober 2023. Selama periode tersebut, lebih dari 18.500 orang ditangkap Israel, termasuk setidaknya 1.500 anak.
Laporan Albanese juga menyampaikan bahwa sekitar 9.000 warga Palestina masih ditahan Israel dan lebih dari 4.000 orang menjadi korban penghilangan paksa.
Fransesca Albanese menegaskan Israel harus menghentikan segala bentuk "penyiksaan dan perlakuan tak manusiawi" terhadap masyarakat Palestina. Ia pun meminta Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menangkap individu-individu yang diduga bertanggung jawab.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- penyiksaan tahanan palestina
- israel palestina
- penyiksaan sistematis
- fransesca albanese
- genosida israel di gaza





