VIVA –Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu kembali mendapat kritik keras usai pernyataannya dalam sebuah pertemuan dengan media pada Kamis 19 Maret lalu. Dalam pertemuan yang disiarkan di televisi itu, Netanyahu sempat membandingkan Yesus Kristus dengan Genghis Khan, pendiri kekaisaran Mongolia.
“Sejarah membuktikan, sayangnya, Yesus Kristus tidak memiliki keunggulan atas Genghis Khan, karena jika seseorang cukup kuat, cukup kejam, dan cukup berkuasa, maka kejahatan bisa mengalahkan kebaikan. Agresi akan mengalahkan sikap moderat. Jadi tidak ada pilihan lain,” katanya,dikutip dari laman Straitstimes.com, Minggu 22 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Netanyahu juga membela serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat ke Iran sejak 28 Februari lalu yang kemudian memicu perang di kawasan. Dia menegaskan bahwa langkah tersebut adalah cara terbaik untuk melindungi bukan hanya Israel, tetapi juga seluruh dunia dari ancaman program nuklir dan rudal balistik Iran.
Pernyataannya memicu gelombang kritik di media sosial, terutama dari kalangan Kristen yang tersinggung dengan perbandingan antara Yesus yang mereka yakini sebagai perwujudan Tuhan dengan Genghis Khan, pendiri Kekaisaran Mongol abad ke-13 yang pasukannya pernah menghancurkan wilayah Asia dari Tiongkok hingga Mediterania.
Pendeta Munther Isaac dari Bethlehem menilai pernyataan Netanyahu menyinggung banyak aspek.
“Pernyataan itu bukan hanya membandingkan Yesus dengan Genghis Khan. etapi juga menyiratkan bahwa ajaran Yesus itu naif, sementara pendekatan tanpa belas kasihan di mana yang kuat selalu benar justru dianggap sebagai cara agar kebaikan bisa mengalahkan kejahatan. Netanyahu, bersama para pendukung Zionis Kristen-nya, sedang mempermainkan nilai-nilai moral yang diajarkan Yesus,” tulis Isaac di akun media sosial miliknya.
Bantahan Netanyahu
Menyusuk dengan kritik keras yang dialamatkan padanya, Netanyahu angkat bicara. Pada Jumat 20 Maret lalu, dia menolak tudingan bahwa dirinya bermaksud menyinggung umat kristiani dengan mengatakan Yesus tidak memiliki keunggulan dibandingkan dengan Genghis Khan.
“Ini lagi-lagi berita palsu tentang sikap saya terhadap umat Kristen, yang dilindungi dan hidup dengan baik di Israel. Saya tegaskan saya tidak merendahkan Yesus Kristus dalam konferensi pers saya,” tulis Netanyahu di akun X miliknya.





