Jakarta (ANTARA) - Banjir menggenangi satu RT di Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan, dan ruas Jalan Raya Bogor, Kelurahan Tengah, Jakarta Timur, pada Sabtu malam.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Sabtu, mengatakan, hingga pukul 21.00 WIB, banjir di Jagakarsa merendam hingga ketinggian 25 centimeter.
"Penyebabnya itu curah hujan tinggi dan luapan Kali Lenggong," kata Yohan.
Sementara di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Tengah, Jakarta Timur, banjir merendam hingga ketinggian 30 centimeter.
BPBD DKI pun mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan.
Selain itu, pihaknya juga memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas.
"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," kata Yohan.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan.
"Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," pungkas Yohan.
Baca juga: DKI rancang waduk yang tak hanya untuk menampung air
Baca juga: Pompa dikerahkan untuk tangani banjir di Rawa Terate Jaktim
Baca juga: Hujan semalaman, banjir satu meter rendam Kebon Pala Jaktim
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Sabtu, mengatakan, hingga pukul 21.00 WIB, banjir di Jagakarsa merendam hingga ketinggian 25 centimeter.
"Penyebabnya itu curah hujan tinggi dan luapan Kali Lenggong," kata Yohan.
Sementara di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Tengah, Jakarta Timur, banjir merendam hingga ketinggian 30 centimeter.
BPBD DKI pun mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan.
Selain itu, pihaknya juga memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas.
"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," kata Yohan.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan.
"Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," pungkas Yohan.
Baca juga: DKI rancang waduk yang tak hanya untuk menampung air
Baca juga: Pompa dikerahkan untuk tangani banjir di Rawa Terate Jaktim
Baca juga: Hujan semalaman, banjir satu meter rendam Kebon Pala Jaktim





