Inggris Izinkan AS Pakai Pangkalan untuk Serang Iran

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerintah Inggris mengizinkan Amerika Serikat (AS) menggunakan seluruh pangkalan militernya untuk operasi yang menargetkan kemampuan rudal Iran yang mengancam pelayaran di Selat Hormuz.

Keputusan pemerintah Inggris itu disampaikan langsung melalui pernyataan Downing Street.

Baca Juga :
20 Maskapai Rugi Rp900 Triliun Buntut Perang di Timur Tengah
Mayat Wanita Ditemukan Tewas di Jaktim, Begini Kronologinya

Pernyataan pemerintah mengatakan bahwa dalam pertemuan Jumat, 20 Maret, para menteri kabinet membenarkan bahwa kesepakatan AS menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris dalam pertahanan diri kolektif kawasan tersebut mencakup operasi pertahanan AS untuk menurunkan kemampuan dan situs rudal yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz.

Pemerintah menekankan bahwa "prinsip-prinsip di balik pendekatan Inggris terhadap konflik tetap sama" dan menyerukan "de-eskalasi yang mendesak dan penyelesaian perang yang cepat."

Para menteri Kabinet "mengutuk perluasan target Iran hingga mencakup pelayaran internasional."

"Mereka sepakat bahwa serangan sembrono Iran, termasuk terhadap kapal-kapal Red Ensign (British Shipping Registers) dan kapal-kapal sekutu dekat dan mitra Teluk kita, berisiko mendorong kawasan tersebut lebih jauh ke dalam krisis dan memperburuk dampak ekonomi yang dirasakan di Inggris dan di seluruh dunia."

Dalam tulisannya di akun media sosial X, pemimpin oposisi Konservatif Kemi Badenoch menyebut keputusan itu sebagai "perubahan haluan terbesar sepanjang masa."

Sejak serangan intensif AS-Israel dimulai pada 28 Februari, Inggris telah beralih dari penolakan awal terhadap akses ke pangkalan ke keadaan integrasi logistik dan kinetik yang mendalam.

"Meskipun mengambil tindakan yang diperlukan untuk membela diri dan sekutu kami, kami tidak akan terlibat dalam perang yang lebih luas," kata Perdana Menteri Inggris Starmer pada Senin, menambahkan bahwa pemerintah Inggris akan terus berupaya mengakhiri pertempuran.

Namun, peran Inggris yang semakin meluas dalam konflik tersebut telah memicu perdebatan yang berkembang tentang apakah perbedaan tersebut semakin sulit untuk dipertahankan.

Permusuhan regional di Timur Tengah telah meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal di seluruh wilayah tersebut dan secara efektif menutup Selat Hormuz bagi sebagian besar kapal.

Baca Juga :
PBB Sebut Penghentian Perang Timur Tengah Kuncinya di Tangan AS
Perang dengan Iran, Trump: Saya Tidak Ingin Lakukan Gencatan Senjata
Sri Lanka Tolak 2 Jet Tempur AS Mendarat di Wilayahnya, Tegaskan Netral di Perang Iran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Istri Noel Ungkap Gus Yaqut Tak Terlihat di Rutan KPK
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo Sapa Langsung Warga di Istana, Beri Paket Sembako dan Uang Tunai
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Mobilitas Tinggi Saat Lebaran, Kakorlantas Pastikan Kondisi Tetap Aman
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Warga Agam Salat Id di Tengah Jejak Banjir Bandang dan Longsor
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Semakin Ramai, Antrean Warga Mengular di Open House Istana
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.