Arab Saudi Usir Para Diplomat Iran, Beri Waktu 1x24 Jam

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Sebuah bendera Arab Saudi berkibar di atas gedung konsulat di Istanbul pada 17 Oktober 2018. (AFP via Getty Images/OZAN KOSE)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk makin meningkat setelah pemerintah Arab Saudi mengambil langkah diplomatik keras terhadap perwakilan militer Iran. Riyadh secara resmi memerintahkan sejumlah staf kedutaan Iran untuk meninggalkan wilayahnya dalam waktu 24 jam, menyusul serangkaian serangan yang disebut terus berlanjut terhadap wilayah kerajaan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Sabtu (21/3/2026) waktu setempat menyatakan bahwa atase militer Iran, asistennya, serta tiga anggota staf kedutaan telah dinyatakan persona non grata alias orang yang tidak diterima. Mereka diwajibkan keluar dari kerajaan dalam waktu satu hari.

Keputusan tersebut, menurut kementerian, diambil sebagai respons terhadap apa yang digambarkan sebagai serangan Iran yang berkelanjutan ke wilayah Saudi. Dalam pernyataan resminya, kementerian menegaskan bahwa tindakan ini dilakukan setelah mempertimbangkan situasi keamanan yang memburuk.


Pilihan Redaksi
  • Sempat Diblokir Total, Iran Izinkan Kapal Jepang Lewati Selat Hormuz
  • Akhirnya Iran Pakai Rudal Balistik Jarak Jauh, Israel Warning Eropa
  • Surga Dunia Dihantam Petaka, Hujan Deras Picu Banjir Terparah 20 Tahun

"Serangan-serangan Iran yang berkelanjutan akan menyebabkan eskalasi lebih lanjut dan memiliki 'konsekuensi signifikan' bagi hubungan saat ini dan masa depan," kata kementerian tersebut, dilansir Reuters.

Sejak dimulainya perang antara AS dan Israel melawan Iran, otoritas Saudi mengatakan kerajaan telah menjadi sasaran ratusan rudal dan drone Iran. Mayoritas proyektil tersebut, menurut pejabat, berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Saudi.

Namun, intensitas serangan dinilai tetap memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas regional.

Langkah diplomatik keras ini juga mengikuti pernyataan yang disampaikan Menteri Luar Negeri Arab Saudi pada Rabu lalu. Ia mengatakan bahwa kerajaan "memiliki hak untuk bertindak secara militer terhadap Iran" dan menegaskan bahwa kepercayaan antara Riyadh dan Teheran telah "hancur" akibat serangan-serangan terbaru.

Sejatinya, hubungan kedua negara sempat membaik setelah Arab Saudi dan Iran kembali menjalin hubungan diplomatik pada 2023. Normalisasi tersebut dilakukan sebagai upaya meredakan ketegangan setelah bertahun-tahun permusuhan, yang sebelumnya membuat keduanya mendukung faksi politik dan militer yang saling berlawanan di berbagai konflik kawasan.

Namun, perang AS-Israel melawan Iran serta serangan balasan Teheran terhadap negara-negara Teluk kini kembali mengguncang stabilitas tersebut. Konflik tersebut juga berdampak langsung pada sektor energi global.

Ekspor minyak dan gas alam dari Timur Tengah dilaporkan terganggu, sementara sejumlah fasilitas produksi terpaksa menghentikan operasi.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Timur Tengah Makin Panas, Staf Kedubes AS Tinggalkan Arab Saudi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cerita Purbaya Yudhi Sadewa: Lebaran Pertama Jadi Menteri Lebih Berat, Sampai Sulit Tidur
• 19 jam laludisway.id
thumb
Anies Baswedan Berkomentar Menohok soal Kasus Aktivis KontraS Andrie Yunus
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Inggris Izinkan AS Pakai Pangkalan untuk Serang Selat Hormuz
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Presiden Prabowo Bersyukur Pemulihan Aceh Tamiang Hampir 100 Persen
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ramalan Zodiak 22 Maret 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.