VIVA – Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei mengatakan musuh-musuh Iran sedang "dikalahkan" dalam pesan tertulis untuk Tahun Baru Persia (Nowruz), Jumat 20 Maret 2026. Sementara AS dan Israel terus membombardir negara itu dengan serangan yang langsung ditanggapi dengan gelombang serangan Teheran ke AS-Israel dan sekutunya.
Dalam pernyataan yang dibacakan di televisi Iran pada hari Jumat, Khamenei memuji keteguhan hati rakyat Iran dalam merayakan Nowruz, yang menurutnya mengantarkan tahun "ekonomi perlawanan di bawah persatuan nasional dan keamanan nasional".
"Saat ini, karena persatuan khusus yang telah tercipta di antara Anda, saudara-saudara sebangsa kita – terlepas dari semua perbedaan dalam asal-usul agama, intelektual, budaya, dan politik – musuh telah dikalahkan," katanya dilansir Al Jazeera, Minggu, 22 Maret 2026.
Khamenei belum terlihat di depan umum sejak ia menjadi pemimpin tertinggi, setelah pembunuhan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, pada awal perang tanggal 28 Februari.
Pemimpin tertinggi Iran mengatakan bahwa sementara AS dan Israel percaya bahwa setelah satu atau dua hari serangan, rakyat Iran akan menggulingkan pemerintah, tetapi menurutnya ini adalah "kesalahan perhitungan yang besar".
Perang dilancarkan di bawah "khayalan bahwa jika puncak rezim dan tokoh-tokoh militer berpengaruh tertentu mencapai kemartiran, itu akan menanamkan rasa takut dan keputusasaan pada rakyat kita tercinta ... dan melalui cara ini, mimpi untuk mendominasi Iran dan kemudian memecah belahnya akan terwujud," katanya.
Sebaliknya, "telah muncul keretakan di pihak musuh," tambahnya.
Para analis telah mengamati bahwa konstitusi Iran sendiri dirancang dengan mempertimbangkan kemungkinan kekosongan kekuasaan, sebuah "protokol bertahan hidup" yang dirancang untuk memberi sistem kemampuan untuk terus berlanjut bahkan pada saat guncangan maksimum.
Khamenei juga membantah bahwa Iran atau pasukan sekutunya bertanggung jawab atas serangan terhadap Turki dan Oman.
Insiden tersebut adalah insiden "false flag" yang digunakan oleh musuh Iran untuk "menabur perselisihan di antara negara-negara tetangga, dan hal itu mungkin terjadi di negara lain juga," klaimnya.
Kementerian Pertahanan Nasional Turki pekan lalu mengatakan pertahanan udara NATO mencegat rudal balistik yang diluncurkan dari Iran. Dua orang tewas di Oman setelah drone jatuh di provinsi Sohar.





