- Apa yang dilakukan Presiden Prabowo saat merayakan Lebaran di Istana Kepresidenan?
- Apa saja makanan favorit para presiden Indonesia?
- Apa yang terjadi di seputar meja makan Presiden Sukarno saat Lebaran?
- Apa makna silaturahmi Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Prabowo Subianto?
- Apa kekhususan perayaan Lebaran di era Presiden Jokowi?
Sama seperti tahun lalu, Istana Kepresidenan Jakarta juga dibuka untuk masyarakat pada perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Presiden Prabowo Subianto pun berhalalbilahal dan menyiapkan jamuan untuk warga.
Selepas dari area open house, Presiden melanjutkan kegiatannya untuk menemui tamu-tamu lainnya di Istana Merdeka. Wakil Presiden Gibran Rakabuming didampingi istrinya, Selvie Ananda, termasuk salah seorang yang bertamu untuk bersilaturahmi dengan sang pimpinan.
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarganya juga bertamu pada Lebaran 2026 ini. Yudhoyono datang bersama dua putranya, yakni Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dan Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono, yang masing-masing beserta istri dan anak mereka.
Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi dan keluarga besarnya juga hadir untuk bersilaturahmi pada momen itu. Ia turut didampingi istrinya, Iriana, dan putra bungsunya, Kaesang Pangarep beserta istri, Erina Gudono, dan anak mereka.
Tamu-tamu lain ialah jajaran menteri dari Kabinet Merah Putih serta elite politik. Mereka, di antaranya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Selain itu, hadir juga Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPD Sultan Najamuddin, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, dan Gubernur Jakarta Pramono Anung.
Setiap Presiden, termasuk Prabowo Subianto, memiliki makanan favorit yang harus ada di meja makan saat merayakan Lebaran. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, opor merupakan menu wajib yang tak pernah absen dalam setiap perayaan Lebaran Prabowo.
Selama 19 tahun mendampingi, Prasetyo menyaksikan bahwa opor selalu menjadi ”bintang utama” yang dicari Presiden di atas meja makan. Dalam satu sajian, lontong, opor ayam, sambal goreng kentang hati, dan kerupuk udang tersusun berdampingan. Tentu saja, dengan rendang melengkapi sebagai pasangan yang tak terpisahkan.
”Kalau ditanya apa makanan favorit Pak Presiden saat Lebaran, jawabannya jelas: opor. Itu menu wajib yang harus selalu ada,” ujar Prasetyo saat ditemui di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Jika Presiden Prabowo sangat setia dengan masakan juru masak pribadinya, Presiden ke-2 RI Soeharto memiliki selera yang berbeda. Di balik sosoknya yang tegas dan berwibawa, Soeharto ternyata sangat menyukai jajanan kaki lima, terutama saat momen Lebaran tiba. Salah satu kuliner yang paling legendaris adalah Bakso Cendana.
Bagi keluarga Bung Karno, tradisi makan bersama saat Lebaran bukan sekadar untuk menyantap hidangan khas, melainkan juga sebagai instrumen pewarisan nilai dan semangat perjuangan.
Meski isi piringnya sudah bersih dalam sekejap, Sukarno tidak lantas beranjak dari kursi. Sembari menunggu anak-anaknya pelan-pelan menghabiskan makanan, Bung Karno memanfaatkan momentum itu untuk bercerita. Di atas meja makan yang masih menyisakan aroma lodeh dan pecel, ia mulai menceritakan nasib bangsa Indonesia di awal kemerdekaan hingga persoalan geopolitik dunia.
Bagi Megawati, momen-momen itu seperti ”kelas” kehidupan yang sesungguhnya. Segala informasi yang diberikan oleh Sukarno seolah ”dijejalkan” ke pemikiran anak-anaknya. Cerita saat Lebaran itu pun sangat bermanfaat ketika Megawati akhirnya terjun ke dunia politik. Ia seperti bisa memanggil kembali pemikiran Bung Karno yang disesuaikan dengan konteks sosial politik yang dihadapi di kemudian hari.
Presiden Prabowo Subianto menerima kedatangan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (19/3/2026) siang. Keduanya bertemu sekitar dua jam.
Ditemui seusai acara halalbihalal di Gedung B DPP PDI-P, Sabtu (21/3/2026), Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto melalui keterangan tertulis, Kamis (19/3/2026), mengungkapkan, meski pertemuan di Istana tersebut merupakan agenda formal kenegaraan, suasananya terasa sangat cair.
”Ibu Megawati Soekarnoputri sudah bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo beberapa hari yang lalu. Bahkan, pertemuan dikatakan oleh Ibu Mega sebagai pertemuan teman lama,” kata Hasto.
Hasto menambahkan, durasi pertemuan yang cukup lama di Istana tersebut dimanfaatkan kedua tokoh bangsa untuk berdiskusi mendalam. Keduanya tidak hanya bernostalgia, tetapi juga membahas berbagai persoalan strategis yang tengah dihadapi bangsa dan negara saat ini.
Bagi PDI-P, pertemuan tersebut merupakan manifestasi dari jati diri bangsa yang mengedepankan dialog dan musyawarah.
Dibandingkan dengan masa-masa kepresidenan sebelumnya, ada kekhususan terkait perayaan Lebaran di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Ragam langgam terasa saat Lebaran dirayakan sebelum, di tengah, dan saat pandemi mereda.
Sebelum pandemi Covid-19, Presiden Jokowi memiliki kebiasaan merayakan Idul Fitri di daerah. Saat pandemi mulai merebak di tahun 2020, Idul Fitri mulai dirayakan secara tertutup.
Pada 2020 tersebut, jangankan gelar griya, masyarakat pun diminta untuk bersilaturahmi secara virtual saja. Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin juga hanya saling bermaaf-maafan melalui sambungan telepon video.
Ketika pandemi mereda, Presiden Jokowi pun memberi keleluasaan untuk bersilaturahmi. Semua warga, termasuk jajaran pemerintah, dipersilakan berkumpul untuk bersilaturahmi bersama keluarga pada momen Lebaran tersebut.





