Pesan Idul Fitri Satria Muda: Dari Sajadah Seserahan hingga Hadiah Ibu, Intip Kisah Menyentuh Yudha Saputera dkk

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Bandung: Klub bola basket Nasional, Satria Muda Pertamina Bandung menyampaikan ucapan Hari Raya Idul Fitri melalui unggahan media sosial yang sarat makna, menampilkan para pemain dengan busana Muslim dan sajadah sebagai simbol nilai spiritual.
 
Satria Muda Pertamina Bandung memanfaatkan momentum Hari Raya Idul Fitri untuk menyampaikan pesan kebersamaan dan nilai religius melalui akun Instagram resmi mereka. 
 
Dalam unggahan tersebut, terlihat Pandu Wiguna, Yudha Saputera, Dame Diagne, Julian Chalias, Sandy Ibrahim dan Raisha terlihat mengenakan pakaian Muslim dengan latar belakang sajadah.

Penggunaan sajadah sebagai elemen utama dalam konsep foto dijelaskan dalam keterangan unggahan. Klub menuturkan bahwa Ramadan identik dengan berbagai hal Islami, salah satunya sajadah yang memiliki sejarah panjang dalam praktik ibadah umat Muslim.
 

Baca Juga :

Mudik ke Jatinangor, Gelandang Persib Dedi Kusnandar Fokus Tradisi Keluarga di Lebaran 1447 H

Disebutkan, pada masa lampau umat Muslim kerap melakukan perjalanan jauh dan harus beribadah di tempat yang belum tentu bersih. Oleh karena itu, penggunaan alas seperti karpet atau kain yang telah dibersihkan menjadi kebiasaan untuk menjaga kesucian saat salat.
 
Seiring perkembangan zaman, sajadah tidak hanya berfungsi sebagai alas ibadah, tetapi juga berkembang menjadi karya seni yang dihiasi berbagai ornamen budaya serta memiliki nilai identitas tersendiri.
 
 Berangkat dari filosofi tersebut, Satria Muda mengajak sejumlah pemain, untuk berbagi cerita melalui foto bersama sajadah dan busana Muslim favorit mereka.
View this post on Instagram

A post shared by @satriamuda.id

Salah satu pemain, Julian Chalias, mengungkapkan bahwa baju dan sajadah yang ia gunakan merupakan perlengkapan yang selalu ia pakai saat menjalankan ibadah salat. 
 
Sementara itu, Dame menyebut busana yang dikenakannya merupakan hadiah dari sang ibu, sehingga selalu ia gunakan setiap Idul Fitri. Cerita personal juga datang dari Pandu dan Yudha yang menyebut sajadah mereka memiliki nilai emosional karena merupakan bagian dari seserahan saat lamaran. Hal serupa diungkapkan Raisha yang menyukai sajadah pemberian ibundanya karena warna dan motifnya.
 
Kisah paling menyentuh disampaikan oleh Sandy Ibrahim. Pemain asal Bandung tersebut mengatakan sajadah yang ia gunakan merupakan pemberian dari almarhum ayahnya.
 
“Banyak makna dalam sajadah ini. Membuat saya selalu ingat beliau. Mungkin raganya sudah tiada, tapi kenangannya tetap hidup. Itu sebabnya sajadah ini sangat berarti bagi saya,” ujar Sandy.
 
Unggahan yang diberikan oleh Satria Muda Pertamina Bandung tersebut tidak hanya menjadi ucapan Idul Fitri, tetapi juga menjadi sarana untuk membagikan momen nilai-nilai kebersamaan, kenangan, dan makna spiritual di balik tradisi yang dijalankan dari para pemain Satria Muda.
 
(Muhammad Zaidan Rizky)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bung Harpa Mulai Curiga kok John Herdman Pilih Cahya Supriadi, Bukan Teja Paku Alam dan Ernando Ari di Timnas Indonesia
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Ramadan Kelar, Iman Ambyar?
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KJRI Jeddah Gelar Shalat Idul Fitri, Ribuan Diaspora Tetap Berkumpul di Tengah Ketegangan Kawasan
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Jadwal RUPST Bank April 2026: Bank Mandiri, BRI, BSI, BTN, hingga CIMB Niaga
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Pengamat: Momentum Mudik Jadi Penopang Konsumi Jangka Pendek Ekonomi
• 23 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.