TEHERAN, KOMPAS.TV - Iran disebut bersiap memberikan izin kepada kapal Jepang untuk melewati Selat Hormuz.
Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi saat melakukan wawancara dengan Kyodo News, yang diposting akun media sosialnya, Sabtu (21/3/2026).
Menurut Araghchi, masalah itu telah diapungkan saat pembicaraannya dengan Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, Selasa (17/3/2026).
Baca Juga: Pelapor PBB Ungkap Tahanan Palestina di Israel Disiksa secara Sistematis
Bagi Jepang, Selat Hormuz sangat penting di mana 93 persen minyak mentah impor negara tersebut melewatinya.
Menurut Kementerian Luar Negeri Jepang, Motegi pada pembicaraan itu menegaskan keprihatinan atas banyaknya kapal yang terkait dengan Jepang dihentikan di Teluk Persia.
Ia meminta Iran mengambil langkah-langkah yang tepat memastikan keselamatan semua kapal di Selat Hormuz. Itu termasuk kapal-kapal Jepang dan negara-negara Asia lainnya.
Selat Hormuz ditutup Iran setelah serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke negara tersebut, 28 Februari lalu.
Meski begitu, Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap dibuka meski tak untuk seluruh negara.
“Pada pendapat kami, selat itu terbuka. Itu hanya ditutup untuk kapal milik musuh kami, negara yang menyerang kami. Untuk negara lain, kapal bisa melewati selat,” katanya dikutip dari The Japan Times.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : The Japan Times
- iran
- jepang
- selat hormuz
- abbas araghchi
- kapal jepang





