Di Balik Hilangnya Jack 3,5 mm, Strategi Besar Industri Smartphone

mediaindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita

PERUBAHAN desain pada ponsel pintar dalam satu dekade terakhir menunjukkan tren yang semakin minimalis. Salah satu perubahan paling mencolok adalah hilangnya lubang headset 3,5 mm yang dulu menjadi fitur standar. 

Keputusan ini kerap dianggap hanya demi estetika dan ketipisan perangkat, namun di balik itu terdapat strategi besar yang melibatkan aspek teknologi, efisiensi ruang, hingga model bisnis industri.

Langkah awal tren ini dipopulerkan oleh Apple Inc. saat merilis iPhone 7 pada 2016. Keputusan tersebut sempat menuai kontroversi, tetapi perlahan diikuti oleh berbagai produsen lain seperti Samsung Electronics dan Xiaomi, yang mulai menghilangkan jack audio di sejumlah lini produknya.

Baca juga : Infinix SMART 20 Resmi Meluncur, Ponsel Satu Jutaan dengan Layar 120Hz dan Desain Ultra Slim

Dari sisi rekayasa perangkat, menghapus jack 3,5 mm memberikan ruang tambahan yang cukup signifikan di dalam bodi smartphone. 

Ruang ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas baterai, memperbesar modul kamera, atau menambahkan komponen penting lain seperti sistem pendingin. 

Selain itu, ketiadaan lubang fisik juga membantu meningkatkan ketahanan perangkat terhadap air dan debu, sejalan dengan standar sertifikasi Ingress Protection (IP).

Baca juga : Infinix Resmi Luncurkan NOTE 60 Series di Indonesia, Lonjakan Spesifikasi Paling Signifikan

Transformasi ini juga berkaitan erat dengan evolusi teknologi audio. Jack 3,5 mm menggunakan sinyal analog, sementara port modern seperti USB-C atau Lightning mendukung transmisi audio digital dengan potensi kualitas lebih tinggi. 

Di saat yang sama, perangkat audio nirkabel seperti true wireless stereo (TWS) mengalami pertumbuhan pesat. 

Data International Data Corporation (IDC) menunjukkan bahwa pengiriman perangkat wearable audio global telah melampaui 300 juta unit pada 2023, menandakan perubahan perilaku konsumen ke arah solusi tanpa kabel.

Tidak hanya aspek teknis, faktor ekonomi juga memainkan peran penting. Dengan menghilangkan jack headset, produsen secara tidak langsung mendorong pengguna untuk beralih ke aksesori nirkabel yang dijual terpisah. 

Strategi ini memperluas ekosistem produk sekaligus membuka sumber pendapatan baru di luar penjualan perangkat utama.

Meski demikian, tidak semua pengguna menyambut perubahan ini. Sebagian masih mengandalkan headset kabel karena dinilai lebih praktis dan tidak bergantung pada baterai. 

Namun, melihat arah inovasi dan investasi industri, jelas bahwa masa depan audio pada smartphone akan semakin berfokus pada teknologi digital dan nirkabel. (berbagai sumber)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Aceh hingga Istana, momen Presiden berlebaran bersama masyarakat
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Catat Tanggalnya, Puncak Arus Balik Diprediksi 24 dan 28–29 Maret
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Waspada! RI Berpotensi Dilanda El Nino Godzilla, Ancam Lumbung Pangan
• 46 menit lalubisnis.com
thumb
KPK Tegaskan Status Tahanan Rumah Gus Yaqut Tidak Permanen
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Warga
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.