Memahami Limit "Baterai Sosial" Introver Saat Lebaran 

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

Tidak semua orang bisa nyaman menikmati suasana berkumpul bersama keluarga besar saat Lebaran. Bagi mereka yang introver, suasana yang penuh interaksi sosial justru bisa menjadi pengalaman yang sangat melelahkan. Libur dari kerja yang seharusnya dioptimalkan untuk beristirahat pun bisa terganggu.

Kondisi ini, menurut Psikolog Klinis dari Universitas Gadjah Mada, Pamela Andari, merupakan sesuatu yang wajar dan manusiawi. Individu dengan kepribadian introver cenderung lebih cepat mengalami kelelahan emosional ketika berada dalam situasi sosial yang ramai, seperti halal bihalal Lebaran.

“Seorang introver yang nanti bertemu orang banyak saat halal bihalal pasti daya baterainya akan kesedot habis. Itu hal yang wajar dan manusiawi untuk seorang introver,” kata Pamela saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (22/3/2026).

Untuk menjaga kestabilan emosi, Pamela menyarankan agar individu introver mulai menetapkan batasan dalam berinteraksi. Misalnya, dengan cukup menyapa dan mengobrol seperlunya pada orang yang kurang se-frekuensi, lalu memilih berkumpul dengan orang-orang yang dirasa lebih nyaman.

Selain itu, penting pula untuk mengenali kondisi emosi diri sendiri. Ia menekankan bahwa introver dan ekstrover memiliki cara berbeda dalam mengisi ulang energi. Introver cenderung mendapatkan energi saat berada dalam suasana tenang atau sendiri, sementara ekstrover justru sebaliknya.

Seorang introver tidak menutup diri, tetapi cara bersosialisasinya berbeda.

Seorang introver juga bisa membuat jadwal kunjungan yang tidak terlalu padat. Sisipkan waktu untuk duduk sendiri, minum teh, atau berjalan-jalan kecil agar tubuh dan pikiran bisa kembali segar.

Jika bertemu langsung terasa berat, manfaatkan teknologi. Kirim ucapan personal lewat rekaman suara atau video pendek yang terkesan lebih hangat tetapi tetap hemat energi sosial. Bisa juga dengan memasang status di media sosial tanpa perlu terlalu banyak bersosialisasi langsung.

Baca JugaPasar Kaum Introver

Kemudian, siapkan ruang aman di rumah untuk berjaga kalau keluarga datang ke rumah, ruang ini bisa jadi pelarian jika butuh istirahat sejenak. Karena itu, jika harus menghadapi situasi sosial yang dirasa berat, seorang introver perlu memastikan dirinya memiliki cukup energi terlebih dahulu, serta menyediakan waktu untuk memulihkan diri setelahnya.

“Jadi, kalau setelah menghadapi situasi yang dianggap sulit atau berat (keriuhan halal bihalal Lebaran) tinggal cari ruang yang nyaman untuk recharge ulang baterai sosialnya,” kata Pamela.

Kapan nikah?

Selain itu, pertanyaan pribadi seperti “kapan menikah?”, “sudah punya anak?”, “kerja di mana?”, hingga “sudah punya rumah?” sering kali terlontar dan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi sebagian orang, apalagi introver.

Perubahan rutinitas selama Lebaran yang cukup drastis, ditambah tekanan sosial serta ekspektasi budaya, juga dapat memicu stres. Aktivitas menerima tamu tanpa jeda atau menghadiri banyak undangan membuat sebagian orang merasa kelelahan secara mental.

Psikolog dari Fakultas Ekologi Manusia IPB University Nur Islamiah menambahkan, seseorang perlu mengatur ekspektasi diri dengan menetapkan batas psikologis. Untuk menjaga mental selama pertanyaan itu dilontarkan, dia menyarankan jawaban yang diplomatis dan tetap sopan demi menjaga relasi

“Jawab saja 'masih dalam proses, mohon doanya, ya'. Jawaban seperti ini cukup untuk menjaga kenyamanan tanpa harus menjelaskan terlalu banyak,” kata Nur Islamiah.

Baca JugaMerayakan Hari Introver, Memberi Jeda untuk Diri

Dia menegaskan, keseimbangan antara kebersamaan dengan keluarga dan waktu untuk diri sendiri sangat penting. Salah satu cara sederhana adalah menyempatkan waktu sejenak untuk diri sendiri, seperti bangun lebih pagi untuk menikmati ketenangan atau beristirahat beberapa menit di kamar.

“Menetapkan batas waktu dan energi untuk bersosialisasi bukan berarti tidak menghargai orang lain, melainkan bentuk upaya menjaga kesehatan mental,” ucapnya.

Nur menekankan bahwa Lebaran bukanlah ajang perlombaan untuk terlihat paling bahagia atau paling sukses. Seseorang tidak harus selalu kuat dan tidak perlu merasa harus sempurna, memberi ruang untuk diri sendiri justru merupakan bentuk kekuatan emosional yang matang.

Sosialisasi introver

Sementara itu, doktor psikologi dari James Cook University, Australia, Anrilia Ema Ningdyah menjelaskan, seorang introver tidak berarti menutup diri dengan dunia luar. Kekuatan konsentrasi mereka yang luar biasa, kemauan untuk berefleksi dan kreativitas luar biasa dikombinasikan dengan kemampuan mereka untuk mundur ke dalam diri mereka sendiri ketika mereka sibuk dengan sesuatu bisa memberikan dampak positif pada dunia.

"Seorang introver tidak menutup diri, tetapi cara bersosialisasinya berbeda, mungkin dengan orang tertentu di grup yang lebih kecil mereka sudah mendapatkan energi yang besar. Ada situasi tertentu yang mengharuskan kita meningkatkan sisi introver kita,” ucap Anrilia.

Ini menegaskan bahwa kepribadian ekstrover yang mendominasi di masyarakat tidak berarti lebih unggul daripada introver. Keduanya harus saling memahami ketika bekerja sama dalam satu pekerjaan, seorang introver bahkan bisa berpikir lebih dalam lalu memunculkan ide yang tidak terpikirkan atau terlewatkan oleh ekstrover.

Baca JugaEkstrovert vs Introvert: Kenali Karakter dan Gaya Belajarnya

Sebutkan saja beberapa tokoh introver yang mendunia, mulai dari Albert Einstein, Ludwig Wittgenstein, Charles Darwin, Friedrich Nietzsche, Albert Schweitzer, Bunda Teresa, Ingrid Bergman, Audrey Hepburn, Alfred Hitchcock, hingga Bill Gates. Dalam kisah hidupnya, mereka selalu ada waktu menarik diri dari kehidupan lalu muncul dengan mengejutkan dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puasa Syawal Berapa Hari? Ini Ketentuan dan Keutamaannya
• 24 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Sumur, Pandeglang, Banten
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Kakorlantas: Arus Lalin Hari H Lebaran Terkendali, Rekayasa Lalin Efektif Urai Kepadatan
• 21 jam laludetik.com
thumb
Hampir 40 Ribu Orang Padati Ancol di Hari Kedua Lebaran
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Antusias Warga Datang Open House di Istana, Sudah Mengular Sejak Pagi Hari
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.