Jakarta, tvOnenews.com - Kasus pembunuhan sadis menghebohkan Desa Paldi Kalan, Nagaur, India. Seorang perempuan lanjut usia (lansia) ditemukan tewas dalam kondisi termutilasi di area semak-semak.
Korban diketahui bernama Nathi Devi Bawri (75). Jasadnya ditemukan dalam karung plastik dengan kondisi tanpa kepala dan kaki.
Hilang Sejak Pergi Cari Pakan Ternak
Dilansir dari News18, polisi setempat menyebut korban meninggalkan rumah pada 16 Maret untuk mencari pakan ternak. Saat itu, ia mengenakan perhiasan emas dan perak senilai sekitar Rs 7 lakh atau setara Rp126 juta.
Hingga malam hari, korban tidak kembali, sehingga keluarga melakukan pencarian di sekitar desa dan lahan pertanian.
Jasad Ditemukan dalam Karung
Sehari kemudian, warga menemukan karung mencurigakan di semak dekat Desa Pachranda. Setelah diperiksa, ditemukan tubuh korban dalam kondisi mengenaskan.
Polisi memastikan korban mengalami mutilasi dengan luka potong pada bagian leher dan kaki, diduga untuk menyulitkan identifikasi.
Polisi Kerahkan Tim Besar
Penyelidikan dipimpin oleh Roshan Meena selaku SP Nagaur. Aparat mengerahkan tim forensik, anjing pelacak, serta drone untuk mengusut kasus tersebut.
Barang bukti awal berupa sandal yang ditemukan di lokasi membantu mengarah pada pelaku. Polisi kemudian menelusuri lebih dari 300 data panggilan telepon dan lokasi ponsel di sekitar waktu kejadian.
Pelaku Ditangkap, Tetangga Korban
Pada 20 Maret, polisi menangkap tersangka bernama Mukesh Bharti (38), yang merupakan tetangga korban.
Dari tangan pelaku, diamankan perhiasan milik korban serta alat yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa korban, seperti kapak atau batang besi.
Motif Perampokan dan Sengketa Lahan
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan korban sempat mendatangi rumah pelaku untuk mencari pakan ternak. Di lokasi tersebut, pelaku menyerang, membunuh, lalu memutilasi tubuh korban.
Bagian tubuh korban dimasukkan ke dalam tiga karung dan dibuang di lokasi berbeda menggunakan kendaraan pribadi pelaku.
Selain dugaan perampokan, polisi juga menelusuri kemungkinan motif lain berupa konflik lahan seluas sekitar 30 bigha.
Keluarga Sempat Tolak Pemakaman
Keluarga korban sempat menunda pemakaman hingga seluruh bagian tubuh ditemukan. Setelah sebagian jenazah berhasil dikumpulkan, prosesi pemakaman akhirnya dilakukan.




