Memanas! Arab Saudi Usir Atase Militer dan Staf Kedubes Iran, Diberi Waktu 24 Jam

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Arab Saudi telah memberi waktu 24 jam kepada atase militer Iran dan staf kedutaannya untuk meninggalkan wilayah Kerajaan Arab Saudi. Ultimatum ini dikeluarkan menyusul serangan berulang dari Iran ke wilayahnya.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam pernyataan pada Sabtu 21 Maret mengatakan bahwa mereka telah menetapkan sebagai persona non grata atase militer Kedutaan Besar Republik Islam Iran untuk Kerajaan Arab Saudi, asisten atase militer, serta tiga anggota staf misi.

Baca Juga :
Iran Hantam Dimona, Kawasan Nuklir Paling Rahasia Israel
Trump Ancam Bikin 'Neraka' Jika Iran Tak Segera Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam

Langkah ini terjadi di tengah perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang membuat Teheran menargetkan Arab Saudi dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Serangan-serangan tersebut semakin merusak, terutama terhadap pusat-pusat sipil dan fasilitas energi, sehingga memicu kekacauan di kawasan dan mengguncang pasar energi global.

Arab Saudi, yang memiliki cadangan minyak mentah terbesar kedua di dunia, telah menjadi sasaran ratusan rudal dan drone Iran sejak awal perang. Namun, menurut pihak berwenang, sebagian besar serangan tersebut berhasil dicegat.

Sejumlah serangan juga menyasar fasilitas energi di wilayah timur Arab Saudi, serta ibu kota Riyadh, di mana Kedutaan Besar AS sempat terkena dua drone pada awal bulan ini.

Pada Kamis, aktivitas pemuatan minyak di pelabuhan Yanbu di Laut Merah terganggu setelah sebuah drone jatuh di kilang SAMREF, kilang milik Aramco-Exxon yang berada di dekatnya.

Pelabuhan tersebut menjadi satu-satunya jalur ekspor bagi Arab Saudi setelah Iran secara efektif memblokir lalu lintas kapal tanker yang keluar dari Teluk melalui Selat Hormuz.

Pernyataan pada Sabtu itu muncul setelah Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, sebelumnya pada pekan ini menyatakan bahwa kepercayaan terhadap Iran telah hancur, sekaligus menegaskan hak negaranya untuk membela diri.

Ia juga mengatakan bahwa Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya memiliki kapasitas dan kemampuan yang sangat besar yang dapat digunakan jika mereka memutuskan untuk melakukannya.

Hubungan antara Arab Saudi dan Iran selama ini memang kerap diwarnai ketegangan. Namun, kedua negara tersebut sempat memulai proses pemulihan hubungan yang dimediasi Beijing sekitar tiga tahun lalu.

Baca Juga :
Ini Senjata Rahasia Iran yang Diklaim Bikin Jet Tempur Siluman F-35 AS Jatuh
Diduga Mainkan Strategi Baru di Tengah Konflik Iran, Putin Dicurigai Ingin Pecah Belah NATO
Pesan Mojtaba Khamenei ke Rakyat Iran di Hari Nowruz: Musuh Sedang Dikalahkan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ragunan Kembali Jadi Primadona Warga di Libur Idulfitri
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Open House Istana, Opor Ayam hingga Empal Gentong Diserbu Warga
• 23 jam laluokezone.com
thumb
3 Drama Korea Cetak Rating Tinggi Sejak Episode Perdana
• 15 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Serupa Tapi Tak Sama, Kenali Bedanya Fisika Murni dan Teknik Fisika, Awas Salah Pilih Jurusan!
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Lebaran Tahun 1948, Belanda Melarang Warga Shalat Id di Jalan Pegangsaan Timur 56
• 7 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.