CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah tak hanya berlangsung meriah di Indonesia, tetapi juga terasa hangat di berbagai belahan dunia.
Ribuan warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di luar negeri merayakan Lebaran dengan cara sederhana, namun penuh makna kebersamaan dan solidaritas.
Di Amerika Serikat, sekitar 1.600 warga dan diaspora Indonesia berkumpul merayakan Hari Raya Idul Fitri dalam suasana khidmat. Meski jauh dari kampung halaman, semangat persatuan tetap terasa kuat.
"Perayaan Idul Fitri yang sederhana ini adalah pilihan sadar, sebagai wujud empati terhadap situasi global yang turut berdampak pada kondisi di Indonesia," kata Duta Besar (Dubes) RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo dalam keterangan KBRI Washington D.C.
Sementara itu di Jepang, semangat Lebaran juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarbangsa. Duta Besar RI untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Nurmala Kartini Sjahrir mengajak WNI menjadikan momen ini sebagai penguat persahabatan Indonesia-Jepang.
"Di Hari Raya Idul Fitri ini, mari kita manfaatkan semangat persatuan, nilai persaudaraan dan silaturahim bersama, yang tentunya diiringi dengan energi yang sama untuk terus menjalin persahabatan dengan Jepang," ujarnya usai Shalat Id di kompleks Sekolah Indonesia Tokyo.
Tercatat sekitar 250.000 WNI tinggal di berbagai prefektur Jepang, dengan sekitar 8.000 orang mengikuti Shalat Id yang digelar bersama komunitas diaspora di Tokyo.
Di Kanada, suasana Lebaran tetap berlangsung khidmat meski cuaca ekstrem. Sekitar 300 WNI dari Ottawa, Montreal, hingga Brockville memadati KBRI Ottawa untuk melaksanakan Shalat Id. Antusiasme tetap tinggi walau suhu mencapai minus 7 derajat Celsius disertai salju.
Sementara di Thailand, lebih dari 2.000 masyarakat Indonesia turut serta dalam Shalat Idul Fitri dan kegiatan silaturahmi di KBRI Bangkok. Perayaan mengusung tema “Iman Kuat, Persatuan Hebat: Muslim Indonesia Menebar Rahmat bagi Semesta”.
Perayaan Lebaran di berbagai negara ini menunjukkan bahwa jarak bukanlah penghalang bagi diaspora Indonesia untuk tetap menjaga tradisi, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.
Di tengah keterbatasan dan kondisi yang berbeda, semangat Idul Fitri tetap hidup dan menyatukan.




