REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Data lapangan menunjukkan rudal Iran jatuh di kota Dimona, selatan Israel, sementara Channel 12 Israel mengonfirmasi bahwa 20 orang terluka di 12 lokasi di wilayah tersebut.
Televisi Iran mengumumkan bahwa serangan tersebut merupakan balasan atas serangan musuh terhadap fasilitas nuklir Natanz, sambil menegaskan prinsip balasan setimpal.
Baca Juga
Pakar: Perang Iran Lepas Kendali, Trump Kewalahan
Eks Elite Intelijen Scott Ritter: AS Salah Perhitungan Fatal Perangi Iran dan Telah Gagal
Lihat Kerusakan Fatal Akibat Rudal Hizbullah yang Sukses Hancurkan Nahariya Israel
Dilansir Aljazeera, Ahad (22/3/2026) jurnalis Salam Khader menjelaskan melalui peta interaktif detail geografis Kota Dimona yang terbagi menjadi dua bagian utama yaitu bagian perumahan yang terletak di barat laut wilayah tersebut dan bagian selatan yang menampung reaktor nuklir Israel.
Menurut peta interaktif tersebut, rudal tersebut jatuh di pusat kota Dimona dan bukan di reaktor itu sendiri, dengan jarak antara kota dan reaktor sekitar 14 kilometer.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Nilai strategis reaktor
Sementara itu, pakar militer Brigadir Jenderal Elias Hanna mengatakan 12 korban luka di lokasi sasaran di Dimona menegaskan bahwa Teheran menggunakan rudal cluster dalam serangan ini.
Perlu dicatat bahwa rudal cluster meledak pada ketinggian 7 kilometer di atas permukaan tanah dan melepaskan antara 20 hingga 80 bom cluster yang masing-masing beratnya 7 kilogram, serta menyebar dalam lingkaran berdiameter 8 kilometer.
Menurut pandangan Hanna—dalam analisis militer di saluran Aljazeera—serangan terhadap kota Dimona merupakan sinyal yang jelas terhadap reaktor nuklir yang memiliki nilai strategis besar, sambil mencatat bahwa Israel memiliki sekitar 60 bom nuklir dan menerapkan strategi kerahasiaan.