JAKARTA, KOMPAS.com — Momen Hari Raya Idul Fitri identik dengan kehangatan berkumpul bersama keluarga di rumah.
Namun, hal tersebut tidak dirasakan oleh Mansur (46), seorang petugas kebersihan perbantuan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
Di tengah puluhan ribu pengunjung yang memadati kawasan wisata tersebut selama libur Lebaran, pria asal Cilangkap, Jakarta Timur, itu justru harus berjibaku membersihkan tumpukan sampah menggunakan sapu dan pengki.
Baca juga: Sesekali Menikmati Stasiun Manggarai Sepi, Tenang Tanpa Dorong-dorongan
"Saya lebaran ini memang enggak di rumah, mau enggak mau harus kerja demi keluarga kan, tetap kerja selama Lebaran," kata Mansur saat ditemui Kompas.com di lokasi, Minggu (22/3/2026).
Mansur mengaku sebenarnya ingin merayakan Lebaran bersama keluarga.
Baca juga: Ragunan Dipadati 43.348 Pengunjung, Antrean Kendaraan Mengular hingga 20 Meter
Namun, tuntutan ekonomi membuatnya harus mengorbankan momen tersebut.
Meski kini berstatus sebagai tenaga perbantuan, Mansur bukanlah sosok baru di TMII.
Ia telah bekerja sebagai petugas kebersihan sejak 2011.
Namun, pada 2024, ia terdampak pengurangan karyawan sehingga kontraknya tidak diperpanjang.
"Jadi sekarang enggak kerja, setelah dulu di-layoff, tapi kadang aja begini dipanggil kalau lagi musim Lebaran. Semua yang perbantuan di sini dulunya karyawan TMII semua," ucap Mansur.
Selama periode Lebaran tahun ini, Mansur bersama empat rekannya kembali dipanggil sebagai tenaga perbantuan sejak hari pertama Lebaran, 21 Maret hingga 30 Maret.
Dalam masa kerja tersebut, ia bekerja selama delapan jam per hari dengan upah Rp 150.000.
"Insya Allah ya apa yang ada dicukup-cukupin aja. Walau begini juga saya terima kasih banget sama TMII udah dipanggil lagi perbantuan, setidaknya saya punya pemasukan buat lebaran," kata dia.