Berburu Rasa di Pasar Gede Solo Saat Libur Lebaran

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

Libur Lebaran memberi jeda sejenak dari rutinitas, sekaligus membuka kesempatan untuk kembali pada hal-hal sederhana yang kerap dirindukan. Salah satunya, menjejaki Pasar Gede Solo, Jawa Tengah, dan menikmati jajanan legendaris yang tersebar di setiap sudutnya.

 

Menjelang siang, Pasar Gede telah dipadati pengunjung. Lorong-lorongnya sesak oleh orang yang berjalan perlahan, sesekali berhenti menatap deretan lapak dengan aneka hidangan. Pada musim libur panjang seperti ini, kehadiran pengunjung dari luar kota terasa dominan, Pasar Gede hampir selalu masuk dalam daftar tujuan mereka.

 

Percakapan pedagang dan pembeli bersahutan, menyatu dengan bunyi peralatan masak dan langkah kaki yang melambat. Ritme pasar seolah memberi jeda, menghadirkan waktu bagi setiap orang untuk menimbang pilihan di tengah beragam tawaran rasa, Minggu (22/3/2026).

 

Di setiap sudut, aroma makanan saling berlomba memikat. Jajanan manis hingga hidangan gurih yang bertahan lintas generasi tersaji dengan cara yang nyaris tak berubah, menjaga rasa sekaligus ingatan.

Sebagian pengunjung datang dengan tujuan jelas, sementara yang lain membiarkan diri mengalir, mengikuti rekomendasi dari mulut ke mulut. Romi, pengunjung asal Jakarta, misalnya, sengaja mengajak keluarganya berburu jajanan pada hari kedua Lebaran.

 

Ia rela mengantre di salah satu lapak dawet yang cukup dikenal. ”Sudah kebayang sejak mudik kemarin. Salah satu tujuan ke sini ya untuk dawet dan bestik,” ujarnya. Dawet telasih dengan berbagai varian mulai dari klasik hingga durian disajikan dalam mangkuk kecil. 

 

Di sudut lain, pedagang lopis setia menanti pembeli. Penganan berbahan ketan itu disajikan dengan kuah gula merah dan taburan kelapa parut yang gurih. Rasa yang tetap bertahan di tengah arus perubahan dan tren kuliner masa kini. 

 

Menyusuri area sekitar pasar, pengunjung juga akan menjumpai pedagang kaki lima yang memanfaatkan keramaian libur panjang. Es potong, bakso, jadah bakar, hingga pecel hadir sebagai pilihan lain yang tak kalah menggoda.

 

Sebagian besar pengunjung mengaku datang berbekal rekomendasi dari media sosial. Ulasan tentang rasa, lokasi tersembunyi, hingga cerita pengalaman menjadi penuntun mereka menjelajahi ragam kuliner kota.

 

Pada akhirnya, berburu makanan di Pasar Gede bukan sekadar soal mengisi perut. Ada upaya merawat ingatan tentang rasa yang pernah akrab, tentang pulang yang selalu menemukan jalannya melalui hal-hal sederhana.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waspada Hujan di Jakarta Timur dan Selatan Hari Ini
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penggunaan Senjata Mainan di Wajo Meresahkan, Tembaki Kaca Mobil Warga hingga Retak
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Open House Idulfitri di Istana: Ini Kata Warga Saat Berlebaran Langsung Bareng Prabowo
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Akhirnya Iran Pakai Rudal Balistik Jarak Jauh, Israel Warning Eropa
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Suara Hati Megawati Hangestri Jelang Final Four Proliga 2026
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.