HARIAN FAJAR, SOLO – Rumah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang terletak di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, kini bertransformasi menjadi pusat wisata politik. Jokowi banyak dikunjungi tokoh nasional hingga pejabat aktif. Termasuk ada yang minta restu pindah ke PSI.
Fenomena ini semakin nyata memasuki pertengahan Ramadan 2026, di mana kediaman tersebut tidak hanya dipenuhi masyarakat umum yang ingin bersilaturahmi, tetapi juga menjadi tempat diskusi hangat dan restu politik.
Salah satu momen penting yang menarik perhatian publik adalah kunjungan mantan Bupati Indramayu, Nina Agustina Dai Bachtiar, pada Rabu (25/2). Nina datang didampingi Ketua DPW PSI Jawa Barat, Abang Ijo Hapidin, untuk meminta restu langsung kepada Jokowi terkait langkah politiknya bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
“Semuanya adalah yang terbaik. Sekarang saya bergabung dengan bapak di PSI. Insyaallah juga untuk Jawa Barat dan Alhamdulillah beliau merestui,” jelas Nina setelah pertemuan yang berlangsung selama satu jam tersebut.
Selain membahas perpindahan partai, mereka juga bernostalgia mengenai kunjungan Jokowi ke Indramayu saat masih menjabat sebagai presiden, khususnya saat menghadiri momen panen raya.
Persahabatan Lama dan Aspirasi Masyarakat AdatNuansa berbeda dibawa oleh mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono, yang sowan ke Sumber pada Jumat (27/2). Ia menegaskan bahwa kunjungannya murni didasari rasa rindu terhadap sahabat lama yang telah terjalin jauh sebelum Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Solo.
“Politik beda dengan sahabat. Persahabatan itu aset yang sangat berharga dan tidak bisa dinilai dengan apa pun,” kata Untung yang kini telah pensiun dari dunia politik.
Kediaman Jokowi juga menerima kunjungan Panglima Jilah, pemimpin Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) dari Kalimantan, pada Kamis (5/3). Dalam pertemuan tertutup selama 30 menit, Panglima Jilah menagih kelanjutan rencana pembangunan Dayak Center di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, Jokowi memberikan dukungan penuh terhadap rencana pusat budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Dayak tersebut, mengingat komitmen itu pernah disampaikan sebelumnya oleh Jokowi.
Pesan Bijak untuk Pejabat Publik dari JokowiKediaman di Sumber juga kedatangan pejabat aktif, yakni Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla. Pertemuan ini dimanfaatkan Dzulfikar untuk menimba ilmu dan pengalaman dari sang mantan presiden.
“Beliau memberikan masukan bahwa menjadi pejabat publik itu tidak mudah. Kita harus tetap turun ke masyarakat dan menjaga energi saat bertemu warga,” beber Dzulfikar saat ditemui usai pertemuan.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa meskipun sudah tidak menjabat sebagai presiden, figur Jokowi masih dianggap sebagai mentor dan sumber inspirasi bagi banyak pemangku kebijakan dalam mengelola urusan publik. Rumahnya di Solo kini menjadi titik temu strategis yang menghubungkan persahabatan lama, aspirasi politik, dan komitmen sosial demi kemajuan bangsa.





