MUI: Pemerintah Harus Evaluasi Keterlibatan RI dalam Board of Peace

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Pemerintah Indonesia untuk meninjau ulang keterlibatannya dalam Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Permintaan tersebut disampaikan MUI sebagai bentuk respons atas dinamika geopolitik global dan situasi kemanusiaan yang terus memburuk, khususnya di Palestina.

Baca Juga :
Dukung Pemerintah Soal Lebaran Sederhana, Golkar Singgung Dampak Geopolitik hingga Ajak Warga Berhemat
MUI Singgung Hukum Haram Umumkan Lebaran Selain Pemerintah

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Photo :
  • White House

Dikutip dari situs resminya pada Minggu, 22 Maret 2026, MUI menegaskan bahwa peninjauan ini penting guna menjaga konsistensi diplomasi perdamaian Indonesia yang berlandaskan amanat konstitusi serta komitmen terhadap keadilan global.

Hal tersebut tertuang Rilis Nomor Kep-39/DP-MUI/III/2026 yang ditandatangani Ketua Umum MUI, K H Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal MUI Buya amirsyah Tambunan.

Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, menurut MUI, bukan hanya sikap politik luar negeri, tetapi juga wujud solidaritas kemanusiaan dan keagamaan yang harus terus dijaga. 

Sehubungan dengan hal tersebut, MUI menyampaikan sejumlah poin penting.

Pertama, pemerintah diminta melakukan evaluasi resmi, menyeluruh, dan objektif terhadap manfaat strategis keikutsertaan Indonesia dalam BoP.

Kedua, keterlibatan Indonesia didorong agar bersifat bersyarat dan berbatas waktu, dengan indikator yang jelas seperti penurunan kekerasan terhadap warga sipil, terbukanya akses bantuan kemanusiaan, serta jaminan hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Palestina.

Ketiga, apabila tidak terdapat kemajuan yang signifikan dan terukur, MUI meminta pemerintah untuk menyiapkan langkah peninjauan ulang hingga kemungkinan penarikan diri secara diplomatis dan bertahap dari BoP.

Keempat, MUI menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional untuk memperkuat posisi Indonesia di forum multilateral, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dalam mendorong solusi dua negara.

Kelima, pemerintah juga didorong untuk menyampaikan komunikasi publik yang transparan dan akuntabel terkait kebijakan luar negeri Indonesia dalam isu Palestina.

Selain itu, MUI mengajak masyarakat internasional untuk menghentikan kekerasan, melindungi warga sipil, serta menjamin hak-hak dasar rakyat Palestina, termasuk hak untuk merdeka dan berdaulat. 

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump menandatangi perjanjian dagang
Photo :
  • Instagram.com/sekretariat.kabinet

MUI juga mengimbau umat Islam dan seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan terhadap rakyat Palestina melalui doa, dukungan moral, serta aksi kemanusiaan yang berkelanjutan.

MUI juga menegaskan bahwa setiap langkah diplomasi Indonesia harus berlandaskan amanat konstitusi, nilai kemanusiaan universal, dan komitmen terhadap perdamaian dunia.

Baca Juga :
Jaga Defisit APBN di Bawah 3 Persen, Airlangga Godok Strategi Antisipasi Kenaikan Harga Energi
Ekonom Apresiasi Kebijakan Stimulus Ekonomi Pemerintah Jelang Lebaran 2026
Soroti Program Makan Bergizi, Sahroni Minta Pengawasan Ketat

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lebaran di Perantauan, KBRI Islamabad Gelar Salat Id dan Halal Bihalal Bersama WNI
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pesan Menyentuh Dubes RI Rayakan Idul Fitri di Tengah Salju Minus 7 Derajat Celcius
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Hari Kedua Lebaran 2026: Akses Sadang Dibuka, Urai Kemacetan Tol Japek
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kolesterol Naik Usai Lebaran, Atasan dengan 7 Jenis Makanan Ini
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Jenguk Tahanan di KPK, Istri Noel Sebut Gus Yaqut Tak Terlihat Sejak Kamis
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.