tvOnenews.com - Bek sayap Timnas Indonesia yang kini memperkuat klub Eredivisie Go Ahead Eagles Dean James tengah jadi sorotan di Belanda.
Pasalnya, paspor Indonesia yang dimiliki oleh Dean James kini dipertanyakan NAC Breda, lawan yang beberapa hari lalu dikalahkan Go Ahead Eagles.
Pihak NAC Breda bahkan sampai menyewa pengacara top Eropa demi memuluskan niat mereka untuk menggugat keraguan status kewarganegaraan Dean James.
Polemik ini bermula ketika Go Ahead Eagles yang diperkuat oleh bintang Timnas Indonesia Dean James menang telak atas NAC Breda 6-0 dalam kompetisi domestik Belanda.
Namun setelah pertandingan, NAC Breda mempermasalahkan izin bekerja Dean James yang dinilai tidak memenuhi syarat hukum Belanda untuk tampil dalam laga Eredivisie.
Menurut aturan yang berlaku, pemain yang sudah berganti kewarganegaraan, otomatis kehilangan statusnya sebagai warga negara Belanda.
Tapi faktanya, tidak sedikit pemain yang justru masih menyimpan kewarganegaraan Belanda dan menggunakan paspor negara itu meski telah berganti status.
Kondisi ini terjadi lantaran Immigratie en Naturalisatiedienst (IND) sebagai lembaga yang mengurus proses imigrasi, dinilai tidak menjalankan tugasnya dengan baik.
Akibatnya, pembiaran selama bertahun-tahun ini baru meledak sekarang dan Dean James menjadi satu dari sekian pemain yang diduga terjerat masalah tersebut.
Selain Dean James, Tjaronn Chery yang dinaturalisasi Suriname serta Jamiro Monteiro yang pindah kewarganegaraan Cape Verde juga masuk list itu.
- Go Ahead Eagles
Media Belanda Nederlandse Omroep Stichting melaporkan bahwa NAC Breda langsung menyewa dua pengaca hebat untuk menangani tuduhan kepada Dean James ini.
Dia adalah pengacara olahraga Dolf Sergaar dan Pieter Krop yang bekerja sebagai pengacara dengan spesialisasi hukum migrasi tenaga kerja Eropa.
Dolf Sergaar berpendapat bahwa Dean James tidak memenuhi syarat untuk bertanding saat Go Ahead Eagles hadapi NAC Breda secara hukum.
“Saya rasa NAC benar bahwa James tidak memenuhi syarat untuk bermain,” kata pengacara olahraga Dolf Segaar.




