Apakah Operasi Darat  Segera Dimulai? 5.000 Marinir AS Dikerahkan ke Timur Tengah

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Israel pada Jumat (20 Maret)  mengumumkan telah menewaskan juru bicara Garda Revolusi Iran, Mohammad Naini. Bersamaan dengan itu, sejumlah pejabat tinggi intelijen juga turut “dihabisi”, sehingga pusat kekuasaan Teheran kembali mengalami pukulan berat. Ironisnya, Naini sebelumnya baru saja mengeluarkan pernyataan keras, namun tak lama kemudian tewas.

Sementara itu, militer Amerika Serikat terus menambah pengerahan armada dan pasukan Marinir ke Timur Tengah. Saat ini, jumlah Marinir telah mencapai sekitar 5.000 orang.

Namun pada Jumat malam, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa seiring dengan hampir tercapainya tujuan militer, Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk secara bertahap mengurangi operasi militer berskala besar terhadap rezim Iran. Ia juga mengatakan bahwa pengamanan dan patroli di Selat Hormuz akan diserahkan kepada negara-negara lain yang lebih bergantung pada jalur tersebut, dan AS tidak akan terlibat.

Tiga Pejabat Tinggi Iran Kembali Tewas, Trump: Tidak Ada Lagi yang Bisa Diajak Bicara

Juru bicara militer Israel, Brigadir Jenderal Defrin, mengatakan:  “Pagi ini kami mengumumkan bahwa kami telah menewaskan juru bicara Garda Revolusi Iran, Mohammad Naini.”

Ironisnya, sebelum tewas, Naini sempat menyampaikan pernyataan keras bahwa serangan udara AS dan Israel tidak mampu menghentikan produksi rudal Iran.

Selain itu, seorang komandan penting dari Kementerian Intelijen Iran, Mehdi Rastami Sh’mastan, serta kepala intelijen organisasi milisi Basij, Esmail Ahmadi, juga dilaporkan tewas.


“Para pemimpin mereka sudah habis. Generasi pemimpin berikutnya juga sebagian besar sudah tidak ada. Sekarang tidak ada yang mau menjadi pemimpin di sana. Ini menyulitkan kami. Kami ingin berdialog, tetapi tidak ada orang yang bisa diajak bicara,” ujar Presiden AS Donald Trump. 

Meskipun mengalami kerugian besar, Iran tetap bersikap keras dan terus melancarkan serangan balasan.

Polisi Israel merilis rekaman yang menunjukkan pecahan rudal meledak di Kota Tua Yerusalem. Pada hari yang sama, kilang minyak terbesar di Kuwait kembali diserang drone Iran, menyebabkan asap hitam membumbung tinggi.

Apakah Operasi Pendaratan Segera Dimulai? 5.000 Marinir Menuju Timur Tengah

Saat ini, militer AS sedang melakukan serangan intensif terhadap target militer strategis di dalam wilayah Iran guna melemahkan kemampuan tempurnya. Pada saat yang sama, Pentagon mengirim tambahan tiga kapal perang dan ribuan Marinir ke kawasan tersebut. Ini merupakan pengerahan kedua dalam satu minggu terakhir.

Pejabat AS menyatakan bahwa kelompok siap tempur amfibi “USS Boxer” dari California, bersama sekitar 2.500 Marinir dari Unit Ekspedisi Marinir ke-11, sedang menuju Timur Tengah.

Sebelumnya, kapal serbu amfibi “USS Tripoli” yang berbasis di Jepang juga telah dalam perjalanan ke kawasan tersebut.

Dengan bergabungnya dua kekuatan ekspedisi amfibi ini di Timur Tengah, militer AS akan memiliki sekitar 5.000 Marinir dengan kemampuan tempur mandiri. Hal ini memicu spekulasi bahwa Amerika Serikat mungkin sedang mempersiapkan operasi darat atau misi pendudukan pulau.

Reporter NTD Television, Yi Jing, melaporkan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Film Spider-Man: Brand New Day atau Avengers: Doomsday, Mana yang Lebih Dulu di Timeline MCU?
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Fulham vs Burnley, Antar The Cottagers Menang, Raul Jimenez Dedikasikan Gol untuk Mendiang Ayah
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Doa Bulan Syawal yang Dianjurkan Rasulullah SAW, Amalkan Setelah Idulfitri
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wajah kemenangan: Saat istana terbuka dan Nusantara berbalut harmoni
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
CP Prima (CPRO) Raih Laba Bersih Rp424 Miliar Sepanjang 2025, Naik 32 Persen
• 3 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.