Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi Iran ultimatum untuk membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam atau jaringan listrik Teheran akan padam total. Perwakilan Iran untuk badan maritim PBB mengatakan Selat Hormuz tetap terbuka untuk semua kecuali musuh
Dilansir CNN, Minggu (22/3/2026), perkembangan terkini Iran secara efektif telah memblokir selat sempit tempat kapal-kapal yang membawa 20% pasokan minyak dunia biasa melewatinya, memicu lonjakan harga bahan bakar.
"Selat Hormuz terbuka untuk semua orang kecuali 'musuh'," kata Ali Mousavi, perwakilan Iran untuk Organisasi Maritim Internasional (IMO), menurut kantor berita semi-resmi Mehr, menambahkan bahwa "keselamatan kapal dan awaknya membutuhkan koordinasi dengan otoritas Iran."
Mousavi mengatakan Teheran siap berkoordinasi dengan IMO dan negara-negara lain untuk meningkatkan keselamatan maritim dan melindungi para pelaut. Mousavi mengatakan diplomasi tetap menjadi prioritas Iran, tetapi "penghentian agresi sepenuhnya dan saling percaya serta jaminan lebih penting."
Sejak AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran pada 28 Februari, Iran secara efektif menutup selat tersebut sebagai pembalasan.
Sekitar seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia melewati selat tersebut, dan penutupan tersebut membuat negara-negara yang bergantung pada jalur pelayaran tersebut berupaya mencari rute alternatif dan memanfaatkan cadangan.
(rfs/imk)





