Militer Iran masih menutup Selat Hormuz. Sebelumnya, sebuah kapal kargo Tiongkok juga dilaporkan terkena serangan hingga terbakar. Seorang awak kapal Tiongkok mengunggah video berisi peringatan dari Garda Revolusi Iran, yang membongkar propaganda pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) bahwa “kapal Tiongkok dapat melintas tanpa hambatan”.
EtIndonesia. Pada 19 Maret, sebuah akun di platform Douyin (TikTok versi Tiongkok) mengunggah video yang menunjukkan sebuah kapal Tiongkok yang tertahan di Teluk Persia menerima peringatan dari Garda Revolusi Iran:
“Semua kapal, tanpa memandang kebangsaan atau nama kapal, tidak diizinkan melewati Selat Hormuz.”
Pihak Iran juga mengancam: “Jika tidak mematuhi, Anda akan bertanggung jawab atas permusuhan terhadap negara kami.”
Lokasi IP akun yang mengunggah video tersebut tercatat di Qatar, diduga milik seorang awak kapal Tiongkok yang terjebak di Teluk Persia.
Awak kapal tersebut juga mengungkapkan bahwa hingga 19 Maret, Selat Hormuz masih diblokir. Tiga video yang ia unggah sebelumnya tidak lolos sensor, sehingga ia hanya bisa menyampaikan informasi singkat.
Saat ini, kapalnya berada sekitar 25 mil laut di barat laut Dubai. Di sekitarnya terdapat hampir 200 kapal yang berlabuh, terdiri dari kapal tanker minyak dan kapal gas alam cair dalam jumlah hampir seimbang. Ia juga menyatakan bahwa belum terlihat tanda-tanda pembukaan kembali Selat Hormuz.
Video tersebut membuat banyak netizen Tiongkok terkejut:
“Bukannya katanya kapal Tiongkok bisa lewat?”
“Sudah pasang bendera belum?”
“Tunjukkan paspor!”
“Kok berbeda dengan laporan di dalam negeri?”
Video yang diunggah awak kapal itu berulang kali dibatasi di Douyin, diduga karena tidak sesuai dengan narasi resmi pemerintah Tiongkok.
Saat ini, otoritas Beijing disebut sedang mengendalikan opini publik dengan menciptakan kesan di media sosial bahwa “kapal Tiongkok dapat melintas dengan lancar di Selat Hormuz”.
Pengamat menilai, propaganda ini bertujuan untuk membangkitkan rasa bangga nasional di kalangan publik domestik, sekaligus meredam tekanan opini setelah Presiden AS, Donald Trump, meminta Tiongkok ikut mengawal jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Menurut laporan media asing, Selat Hormuz memang masih dalam kondisi tertutup. Saat ini hanya sebagian kecil kapal yang dapat melintas dalam kondisi tertentu, termasuk beberapa kapal Tiongkok dan kapal kargo lainnya yang diizinkan lewat.
Namun, tidak semua kapal Tiongkok bisa melintas dengan aman. Sebagian besar kapal kargo Tiongkok tidak berani mengambil risiko dan masih tertahan di Teluk Persia.
Pada 11 Maret, akun Douyin tersebut pernah mengunggah video yang menunjukkan sebuah kapal kargo Tiongkok, karena kehabisan pasokan, berencana mengambil risiko untuk menerobos selat. Dalam percakapan jarak jauh, penanggung jawab kapal bertanya kepada rekannya: “Lebih aman lewat siang atau malam?”
Pada 12 Maret pagi, sebuah kapal kontainer Tiongkok diserang dan terbakar saat mendekati wilayah Selat Hormuz. Akun tersebut juga mengunggah rekaman percakapan dengan kapal yang diserang.
Awak kapal yang terkena serangan menyatakan bahwa kapal mereka dihantam drone Iran. Beruntung, bagian yang rusak berada di atas garis air, sehingga kapal tidak berisiko tenggelam, dan tidak ada korban jiwa. (Hui)




