Beberapa Hari Terakhir Hujan Lagi, BMKG Ungkap Kondisi Cuaca Ini

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Sejak hari Lebaran, sejumlah wilayah di Indonesia diguyur hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi hujan sampai 25 Maret karena dinamika atmosfer.

Sebagaimana diketahui, hujan mengguyur beberapa wilayah di Indonesia saat Lebaran, Sabtu (21/3/2026). Bahkan, di Jakarta, hujan sempat membuat beberapa kawasan terendam banjir.

BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer. Ada dinamika skala global dan lokal.

"Dalam sepekan ke depan, kondisi cuaca di Indonesia masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal," tulis BMKG dalam laman resminya, Minggu (22/3).

Baca juga: Sedihnya Warga Ciracas Semua Kue Lebaran Ngambang Gegara Kebanjiran

BMKG menjelaskan bahwa interaksi Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif secara spasial bersama gelombang atmosfer seperti gelombang Kelvin yang diperkirakan bergeser ke arah timur. Sementara gelombang Rossby Ekuatorial yang diperkirakan jauh bergeser ke arah barat.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi pertumbuhan awan hujan dan peningkatan aktivitas konvektif cenderung lebih dominan terjadi di wilayah Indonesia bagian tengah hingga timur," lanjutnya.

Sementara itu, sebagian besar Sumatra, sebagian Jawa, dan sebagian Kalimantan diperkirakan didominasi oleh anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) positif. Hal ini mengindikasikan berkurangnya pertumbuhan awan hujan, sehingga kondisi cuaca di wilayah tersebut cenderung lebih kering atau relatif lebih minim hujan.

BMKG juga menjelaskan soal pengaruh siklon Narelle yang terbentuk di Australia. Pengaruh siklon ini signifikan bagi dinamika cuaca di Indonesia.

"Siklon Tropis "Narelle" yang saat ini terbentuk di Pesisir Utara Queensland, telah memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan daerah pertemuan, perlambatan, dan belokan angin di sebagian besar wilayah Indonesia Selatan," tuturnya.

BMKG mengingatkan agar masyarakat dan pemangku kebijakan waspada dengan potensi cuaca ekstrem. Sebab, potensi cuaca ekstrem bisa memicu bencana hidrometeorologi.

"Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi," jelasnya.




(rdp/imk)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kosovo Kejar Mimpi Menuju Piala Dunia 2026
• 16 menit lalutvrinews.com
thumb
Momen Lebaran 2026, Ridwan Kamil Muncul Lagi di Medsos, Pose Hangat Bareng Putrinya Jadi Sorotan
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Kata Jordi Amat soal “Gerbong Persija” Tembus Skuad Final Timnas Indonesia
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Korlantas Polri Siapkan One Way Nasional pada Puncak Arus Balik, Begini Skemanya
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Peringatan Dini BMKG Jabodetabek Besok 23-24 Maret 2026, Jakarta Berpotensi Hujan Sedang
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.