Washington: Amerika Serikat (AS) mengklaim telah menyerang lebih dari 8.000 target militer di Iran sejak dimulainya operasi militer bersama Israel pada akhir Februari lalu.
Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Jenderal Brad Cooper, mengatakan serangan tersebut mencakup berbagai sasaran strategis, termasuk sekitar 130 kapal milik Iran.
“Sejauh ini, kami telah menyerang lebih dari 8.000 target militer, termasuk 130 kapal Iran,” ujar Cooper melalui platform X yang dikutip Antara, Minggu, 22 Maret 2026.
Ia menambahkan, Angkatan Udara AS juga telah melaksanakan lebih dari 8.000 sorti tempur selama operasi berlangsung.
Operasi militer AS dan Israel dimulai pada 28 Februari dengan menyasar sejumlah lokasi di Iran, termasuk di ibu kota Teheran, yang dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban sipil.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta target militer AS di kawasan Timur Tengah.
Pada tahap awal, AS dan Israel menyebut serangan tersebut sebagai langkah “pendahuluan” untuk mengantisipasi ancaman dari program nuklir Iran.
Namun, dalam perkembangan selanjutnya, kedua negara juga menyampaikan tujuan yang lebih luas, termasuk mendorong perubahan kekuasaan di Iran.
Baca juga: Kali Pertama, Iran Gunakan Rudal Jarak Jauh ke Arah Pangkalan AS-Inggris




