Bisnis.com, JAKARTA — Emiten batu bara PT Mitra Bara Adiperdana Tbk. (MBAP) mencatatkan penurunan pendapatan dan laba bersih sepanjang tahun 2025.
Pada tahun lalu, MBAP membukukan laba bersih sebesar US$1,54 juta atau setara Rp25,89 miliar (kurs Jisdor Rp16.720 per dolar AS per 31 Desember 2025).
Melansir laporan keuangannya, MBAP mencatatkan pendapatan sebesar US$164,86 juta atau setara Rp2,75 triliun. Pendapatan ini turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$217,9 juta.
Pendapatan ini bersumber dari penjualan batu bara ke pihak ketiga sebesar US$136,07 juta, dengan penanganan batu bara sebesar US$1,07 juta, dan penjualan udang sebesar US$3,33 juta.
Sementara itu, berdasarkan pelanggannya, MBAP mencatatkan penjualan ke KCH Energy Co. Ltd. sebesar US$36,12 juta, dan Sinopec International sebesar US$21,66 juta.
Di sisi lain, pendapatan ke pihak berelasi yaitu ke PT Baramulti Suksessarana Tbk. (BSSR) sebesar US$22,24 juta.
Baca Juga
- Emiten Portofolio Lo Kheng Hong (ABMM) Raih Laba Rp1,19 Triliun pada 2025
- Laba Bersih Alfamidi (MIDI) Melonjak 45% Jadi Rp792 Miliar Sepanjang 2025
- Medco (MEDC) Siapkan Rp150 Miliar untuk Pelunasan Obligasi Jatuh Tempo Juli 2026
Lalu beban pokok pendapatan sebesar US$146,89 juta. Beban pokok pendapatan ini turun 13,95% dari 2024 yang sebesar US$170,6 juta.
Alhasil, MBAP mencetak laba bruto sebesar US$17,97 juta, turun 61,92% secara tahunan dari US$47,21 juta.
MBAP mencatatkan laba bersih sebesar US$1,54 juta, atau setara Rp25,8 miliar, atau setara US$19,1 juta. Laba bersih ini turun secara tahunan sebesar 91,89%.
MBAP pun mencetak kas dan setara kas akhir tahun sebesar US$104,3 juta pada akhir tahun 2025, turun dari US$124,2 juta pada akhir tahun 2024.
Adapun jumlah aset MBAP sampai akhir tahun 2025 adalah sebesar US$252,18 juta, naik dari 2024 yang sebesar US$237,18 juta.
Jumlah liabilitas MBAP pada akhir 2025 sebesar US$67,9 juta, dengan jumlah ekuitas sebesar US$184,2 juta sampai akhir 2025.





