Jakarta, VIVA – Kehadiran seorang bayi laki-laki di rumah pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina belakangan ini memicu rasa penasaran publik.
Momen kebersamaan mereka dengan bayi yang akrab disapa Muhammad oleh anak-anak mereka ramai beredar di media sosial dan memunculkan dugaan bahwa pasangan tersebut kembali mengadopsi anak. Scroll lebih lanjut yuk!
Spekulasi pun semakin meluas seiring minimnya penjelasan di awal. Namun, Nagita Slavina akhirnya angkat bicara untuk meluruskan kabar tersebut melalui sebuah program televisi. Ia menegaskan bahwa bayi yang berada di rumahnya bukanlah anak adopsi.
"Sebenarnya ini bayi kesekian yang dititipkan di rumah," kata Nagita Slavina, mengutip tayangan YouTube, Minggu 22 Maret 2026.
Nagita kemudian menjelaskan bahwa dirinya terlibat dalam program sosial sebagai bagian dari foster family atau keluarga asuh.
Dalam peran ini, ia bekerja sama dengan sebuah yayasan untuk merawat bayi dalam jangka waktu tertentu sebelum nantinya dikembalikan ke sistem pengasuhan yang lebih lanjut.
"Sebenarnya, jadi ya bayi-bayi ini diserahkan ke yayasan aku terdaftar sebagai foster homenya, foster family buat beberapa bulan," tutur Nagita Slavina.
Lantas, apa itu foster family?
Melansir laman UNICEF, foster family sendiri merupakan bentuk pengasuhan alternatif bagi anak-anak yang tidak dapat tinggal bersama keluarga kandungnya.
Berbeda dengan adopsi yang bersifat permanen, sistem ini hanya bersifat sementara. Keluarga asuh memberikan tempat tinggal, kasih sayang, dan perhatian hingga anak mendapatkan solusi jangka panjang yang lebih stabil.
Dalam praktiknya, menjadi orang tua asuh bukan sekadar memenuhi tanggung jawab administratif. Lebih dari itu, peran ini menuntut empati dan komitmen emosional untuk membantu anak merasa aman dan dicintai.
Orang tua asuh tidak hanya menyediakan kebutuhan dasar, tetapi juga membangun ikatan batin yang penting bagi perkembangan psikologis anak.
Selain itu, sistem foster care juga melibatkan dukungan dari lembaga sosial dan pemerintah. Mulai dari proses seleksi, pelatihan, hingga pendampingan dilakukan untuk memastikan kesejahteraan anak tetap terjaga.
Peran sebagai foster family pun menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap anak-anak dapat diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk dengan membuka rumah sebagai tempat singgah penuh kasih.





