JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, negara Indonesia tidak dalam kondisi buruk.
"Our country is not doing that bad (negara kita tidak dalam kondisi seburuk itu). Benarenggak? Kita juga harus fair (adil) gitu loh," ujar Prabowo, dalam dialog bersama sejumlah tokoh dan jurnalis di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip dari video yang dibagikan Sekretariat Presiden, pada Minggu (22/3/2026).
Kepala Negara mengajak masyarakat jangan langsung berprasangka buruk dengan Indonesia.
Prabowo pun menyoroti kejadian kekerasan yang ada di negara lain.
"Kita juga jangan terlalu yang itu ya, bahwa semua Indonesia jelek gitu loh, endak benar. Anda datang ke banyak negara, ya kan, di kereta api Anda dirampok, Anda dipukul, hanya karena ras Anda," ujar dia.
Baca juga: Prabowo: Kepentingan Indonesia Prioritas dalam Tarif Resiprokal AS
Di sektor penegakan hukum, ia membandingkan polisi di Indonesia dengan Amerika Serikat (AS).
Menurut dia, masalah sosial terjadi di banyak negara, termasuk AS.
"Anda kecewa sama polisi-polisi kita, kalau lihat polisi-polisi di Amerika, ICE, Black Lives Matter, orang enggak bersalah tembak, ya kan. Ini masalah sosial di mana-mana," ujar dia.
Dia mengatakan, jumlah polisi di Tanah Air ada ratusan ribu.
Banyak di antara mereka berkinerja baik.
Meski begitu, ia tidak memungkiri ada segelintir oknum nakal.
"Tetapi saya tangkap itu. Polisi kita 400.000 loh, banyak yang kerja keras, banyak yang kerja baik. Ada oknum-oknum enggak beres," ucap dia.
Oleh karenanya, Prabowo menegaskan hal ini harus dibenahi dan pemerintah sedang mengupayakan itu.
"Di semua birokrasi kita banyak yang enggak beres. Ya ini we want to try, kita berharap generasi-generasi yang akan datang akan lebih baik," kata Prabowo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang