Penulis: Redaksi TVRI Kaltim
TVRINews – Jakarta
Strategi integrasi sektor pangan, perumahan, dan ekonomi desa menjadi motor penggerak utama pertumbuhan nasional
Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimismenya dalam memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai angka 8 persen.
Strategi besar yang diusung Pemerintah tidak hanya berfokus pada angka makro, melainkan pada penciptaan lapangan kerja masif melalui integrasi program kerakyatan dari sektor domestik hingga infrastruktur perumahan.
Pemerintah memproyeksikan bahwa kunci dari akselerasi ekonomi ini terletak pada penguatan daya beli masyarakat yang didorong oleh ketersediaan lapangan kerja di berbagai lini.
"Saya yakin ketika ini berjalan, itu akan lebih dari 8 persen," ujar Presiden Prabowo dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu 21 maret 2026.
Transformasi Dapur Mandiri dan Rantai Pasok
Salah satu pilar utama dalam peta jalan ekonomi ini adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Proyek ini diproyeksikan tidak hanya sebagai program pemenuhan nutrisi, tetapi juga sebagai industri padat karya.
Presiden menjelaskan bahwa pada fase puncak, akan tersedia sekitar 30.000 unit dapur mandiri di seluruh Indonesia.
Setiap unit dapur diperkirakan mampu menyerap 50 tenaga kerja, yang secara akumulatif menciptakan 1,5 juta lapangan kerja baru. Angka ini diprediksi akan berlipat ganda melalui ekosistem vendor bahan pangan.
“Itu sudah 1,5 juta [tenaga kerja]. Setiap dapur juga akan melibatkan rantai pasok dari para vendor bahan pangan yang diperkirakan menyerap tambahan hingga 1,5 juta tenaga kerja lagi,” jelas Presiden Prabowo.
Revitalisasi Desa dan Sektor Kelautan
Di level akar rumput, pemerintah mengaktifkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa. Dengan target pembentukan 80.000 koperasi, program ini diprediksi mampu menampung 1,4 juta pekerja.
Paralel dengan itu, sektor kelautan diperkuat melalui pengembangan 1.100 Kampung Nelayan Merah Putih pada tahun 2026.
Berkaca pada kesuksesan proyek percontohan di Biak, inisiatif ini terbukti mampu meningkatkan pendapatan nelayan secara signifikan antara 60 hingga 80 persen, yang sekaligus menstimulasi pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir.
Sektor Perumahan sebagai Lokomotif Utama
Program pembangunan satu juta rumah dinilai sebagai kontributor terbesar dalam penyerapan tenaga kerja. Sektor properti dikenal memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang luas terhadap industri turunan seperti material bangunan dan logistik.
Setiap unit rumah diperkirakan memerlukan sedikitnya lima pekerja bangunan. Secara total, sektor ini berpotensi menyerap 5 juta tenaga kerja secara langsung, belum termasuk jutaan posisi lainnya di sektor industri pendukung dan utilitas.
Melalui kombinasi strategi yang menyentuh sektor hulu hingga hilir ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa target pertumbuhan 8 persen bukan sekadar angka statistik, melainkan refleksi dari produktivitas nyata di tengah masyarakat.
Editor: Redaksi TVRINews





