Jakarta: Presiden Prabowo Subianto membuka kemungkinan penggunaan energi nuklir sebagai pembangkit listrik di Indonesia. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada kajian para ahli.
"Itu nanti tergantung para pakar. Kalau bisa kita pakai, why not? Nuclear power paling murah sebetulnya. Paling bersih juga. Tinggal how can we handle the safety. Itu yang menjadi masalah," ujar Prabowo saat berdiskusi dengan sejumlah tokoh yang disiarkan di YouTube Prabowo Subianto, dikutip pada Minggu, 22 Maret 2026.
Prabowo menilai Indonesia memiliki potensi besar pada energi terbarukan, khususnya tenaga surya dan biofuel. Dia menyebut pengembangan energi surya dalam skala besar bisa menjadi solusi jangka panjang.
Menurut dia, pengembangan energi surya membutuhkan lahan yang luas. Tetapi, hal itu masih memungkinkan mengingat ketersediaan lahan di berbagai daerah.
Prabowo menambahkan Indonesia memiliki puluhan ribu desa yang dapat menjadi basis pengembangan energi terbarukan, terutama di luar Pulau Jawa yang masih memiliki ketersediaan lahan cukup besar.
"Kalau desa di luar Jawa, untuk cari 1 hektare, enggak ada masalah," jelas dia.
Ilustrasi. Metrotvnews.com/Ade Hapsari
Di Pulau Jawa, dia menyebut masih terdapat lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal, seperti lahan berstatus hak guna usaha (HGU) maupun kawasan kehutanan.
"Kalau di dalam Jawa kita sudah hitung, kita punya banyak tanah. Ada tanah HGU-HGU yang tidak dikerjakan. Ada tanah perhutani yang tidak dikerjakan," tutur dia.




