Badung, Bali (ANTARA) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, Bali, mengestimasi tingkat okupansi perhotelan di wilayah itu saat libur Nyepi dan Lebaran mencapai rata-rata 80 persen.
“Libur periode Nyepi dan Idul Fitri masih lumayan, rata-rata 80 persen,” kata Sekretaris PHRI Badung Gede Nick Sukarta di Badung, Bali, Minggu.
Ia memperkirakan kenaikan okupansi perhotelan mencapai rata-rata kisaran 10-15 persen dibandingkan hari biasa.
Sejumlah perhotelan yang menjadi sampel untuk pengukuran secara kompetitif (competitive set) itu berlokasi di kawasan tujuan wisata Seminyak, Kuta, Nusa Dua, hingga Canggu menunjukkan tren okupansi yang positif.
Tingkat okupansi saat hari besar keagamaan tersebut juga menambah geliat sektor pariwisata khususnya saat memasuki musim landai kunjungan atau low season.
Sementara itu, General Manager PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) the Nusa Dua I Made Agus Dwiatmika memproyeksi tiga hotel yang menjadi bagian dari grup InJourney diperkirakan menjadi penyumbang tertinggi okupansi di wilayah Bali.
BUMN ini memproyeksi terjadi kenaikan sekitar sembilan persen mencapai kisaran 57 persen.
Sementara itu, tingkat kunjungan wisatawan di kawasan wisata premium yang berada di Kabupaten Badung itu diperkirakan menembus 61,25 persen.
Sebagai gambaran, Kabupaten Badung merupakan salah satu konsentrasi utama destinasi wisata di Bali.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali pada 2024, dari 593 akomodasi hotel berbintang di Bali, sebanyak 417 hotel di antaranya berada di Badung dengan jumlah kamar mencapai 48.257 unit.
Sedangkan hotel non bintang di Badung mencapai 1.182 unit dari total di Bali mencapai 3.582 unit.
Sementara itu, sebelumnya untuk mendorong daya beli masyarakat selama libur panjang Nyepi dan Idul Fitri, pemerintah sebelumnya menggelontorkan paket yang diharapkan memberi stimulus perekonomian termasuk untuk sektor pariwisata.
Pemerintah memberlakukan diskon tiket transportasi dengan potongan harga hingga 30 persen untuk moda kereta api, kapal laut dan jalan tol.
Sedangkan tiket pesawat domestik kelas ekonomi mendapatkan diskon 17-18 persen serta jasa kepelabuhan penyeberangan digratiskan sepenuhnya.
Baca juga: Hadapi Lebaran dan Nyepi, InJourney siapkan strategi hotel di Bali
Baca juga: Kemenpar susun ulang Proper usai hotel di Bali berpredikat merah
Baca juga: ITDC ungkap hunian hotel di Nusa Dua Bali tumbuh positif pada 2025
“Libur periode Nyepi dan Idul Fitri masih lumayan, rata-rata 80 persen,” kata Sekretaris PHRI Badung Gede Nick Sukarta di Badung, Bali, Minggu.
Ia memperkirakan kenaikan okupansi perhotelan mencapai rata-rata kisaran 10-15 persen dibandingkan hari biasa.
Sejumlah perhotelan yang menjadi sampel untuk pengukuran secara kompetitif (competitive set) itu berlokasi di kawasan tujuan wisata Seminyak, Kuta, Nusa Dua, hingga Canggu menunjukkan tren okupansi yang positif.
Tingkat okupansi saat hari besar keagamaan tersebut juga menambah geliat sektor pariwisata khususnya saat memasuki musim landai kunjungan atau low season.
Sementara itu, General Manager PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) the Nusa Dua I Made Agus Dwiatmika memproyeksi tiga hotel yang menjadi bagian dari grup InJourney diperkirakan menjadi penyumbang tertinggi okupansi di wilayah Bali.
BUMN ini memproyeksi terjadi kenaikan sekitar sembilan persen mencapai kisaran 57 persen.
Sementara itu, tingkat kunjungan wisatawan di kawasan wisata premium yang berada di Kabupaten Badung itu diperkirakan menembus 61,25 persen.
Sebagai gambaran, Kabupaten Badung merupakan salah satu konsentrasi utama destinasi wisata di Bali.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali pada 2024, dari 593 akomodasi hotel berbintang di Bali, sebanyak 417 hotel di antaranya berada di Badung dengan jumlah kamar mencapai 48.257 unit.
Sedangkan hotel non bintang di Badung mencapai 1.182 unit dari total di Bali mencapai 3.582 unit.
Sementara itu, sebelumnya untuk mendorong daya beli masyarakat selama libur panjang Nyepi dan Idul Fitri, pemerintah sebelumnya menggelontorkan paket yang diharapkan memberi stimulus perekonomian termasuk untuk sektor pariwisata.
Pemerintah memberlakukan diskon tiket transportasi dengan potongan harga hingga 30 persen untuk moda kereta api, kapal laut dan jalan tol.
Sedangkan tiket pesawat domestik kelas ekonomi mendapatkan diskon 17-18 persen serta jasa kepelabuhan penyeberangan digratiskan sepenuhnya.
Baca juga: Hadapi Lebaran dan Nyepi, InJourney siapkan strategi hotel di Bali
Baca juga: Kemenpar susun ulang Proper usai hotel di Bali berpredikat merah
Baca juga: ITDC ungkap hunian hotel di Nusa Dua Bali tumbuh positif pada 2025





