JAKARTA, KOMPAS — Lonjakan wisatawan di kawasan Puncak, Bogor, diperkirakan akan mencapai titik tertingginya pada H+3 dan H+4 libur Lebaran. Taman Safari Indonesia kini menyiapkan dan menerapkan langkah antisipasi peningkatan jumlah kunjungan.
Marketing Communication Manager Taman Safari Indonesia (TSI), Danang Wibowo, saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (22/3/2026), mengatakan, tren peningkatan kunjungan di TSI telah terpantau sejak awal periode high season yakni 14 Maret lalu. Sementara itu, pada akhir pekan ini, tercatat volume kendaraan yang masuk mencapai 1.100 hingga 1.200 unit mobil.
”Terdapat peningkatan kunjungan lebih dari 100 persen jika dibandingkan dengan bulan Ramadhan. Sementara jika dibandingkan dengan periode libur Lebaran tahun lalu, fluktuasi kenaikannya berada di angka 30 hingga 60 persen,” katanya.
Untuk mencegah kelumpuhan lalu lintas di dalam kawasan, kata Danang, pengelola menerapkan sistem pembukaan kantong parkir secara bertahap. Sebanyak tujuh kantong parkir, yang dibagi dari zona A hingga zona G, telah disiapkan. Pembukaan zona parkir baru akan diaktifkan apabila volume kendaraan yang masuk menyentuh angka 500 unit per jam.
Selain rekayasa parkir, mitigasi kemacetan juga dilakukan langsung di area peraga satwa (Safari Journey). ”Petugas di lapangan akan meminta pengunjung untuk tidak berhenti terlalu lama. Pemberian makan satwa dibatasi hanya satu hingga tiga wortel, lalu kendaraan harus kembali berjalan,” tambahnya.
Langkah pemecahan konsentrasi massa tidak berhenti di situ. Pengelola menyusun jadwal pertunjukan atau kegiatan TSI agar tidak berlangsung bersamaan. Selain menerjunkan tambahan 15 personel lapangan untuk keamanan dan kebersihan, TSI juga mengerahkan tim back-office untuk memandu arah pengunjung agar tidak menumpuk di satu wahana.
Terdapat peningkatan kunjungan lebih dari 100 persen jika dibandingkan dengan bulan Ramadhan. Sementara jika dibandingkan dengan periode libur Lebaran tahun lalu, fluktuasi kenaikannya berada di angka 30 hingga 60 persen.
Sebagai alternatif bagi pengunjung agar tidak terjebak kemacetan di jalur arteri Puncak pada sore hari, TSI memperpanjang jam operasionalnya hingga pukul 22.00 melalui program Safari Malam, yang berlaku mulai tanggal 21 hingga 24 Maret.
Dengan demikian, pengunjung dapat beristirahat sejenak di restoran atau menikmati wahana malam sambil menunggu kondisi lalu lintas arah Jakarta kembali terurai. Selama masa liburan ini, harga tiket penyesuaian ditetapkan menjadi Rp 245.000 untuk anak-anak dan Rp 275.000 untuk dewasa.
Kepadatan wisatawan di masa libur Lebaran tidak hanya terjadi di jalur antarkota, tetapi juga terpusat di destinasi wisata dalam kota. Di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, puluhan ribu warga memanfaatkan momen libur panjang ini untuk berekreasi. Berdasarkan data hingga Minggu (22/3) pukul 12.00, tercatat sebanyak 43.348 orang telah memadati kawasan wisata edukasi tersebut.
Tingginya antusiasme warga ini berbanding lurus dengan beban parkir dan lalu lintas di sekitar kawasan. Jumlah kendaraan yang masuk tercatat mencapai 5.519 unit sepeda motor, 2.030 mobil, 52 unit bus, dan 36 sepeda.
Guna mengantisipasi ledakan jumlah pengunjung yang berpotensi memicu ketidaknyamanan serta risiko keamanan, kepolisian bersama pihak pengelola menerapkan rekayasa manajemen kerumunan.
Pengelola Ragunan memberlakukan SOP berbasis indikator warna untuk memantau sirkulasi kapasitas. Indikator hijau ditetapkan jika angka kunjungan harian masih di bawah 80.000 orang, indikator kuning untuk rentang 80.000 hingga 100.000 orang, dan status merah akan langsung diaktifkan apabila jumlah pengunjung menembus angka 100.000 orang.
Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Brigadir Jenderal Tjahyono Saputro, saat meninjau langsung kawasan Ragunan, mengungkit soal pentingnya kesiagaan pengelola dalam mengatur kapasitas serta menyiagakan petugas pengamanan dan pertolongan pertama di titik-titik rawan. Ia juga secara khusus mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak di tengah lautan manusia.
”Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan, meningkatkan kewaspadaan, dan mematuhi seluruh aturan yang berlaku,” ujar Tjahyono.
Meski situasi terpantau sangat padat, hingga siang hari kepolisian memastikan tidak ada insiden menonjol, termasuk nihilnya laporan anak hilang atau terpisah dari rombongan keluarga. Penempatan personel kepolisian dan petugas pengamanan di berbagai sudut dinilai efektif dalam mengurai antrean masuk sehingga pengunjung dapat berlibur dengan tertib.





