JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, banyak cara pemerintah melakukan penghematan jika terjadi suatu krisis.
Menurut Prabowo, jangan sampai setiap kali ada krisis, langsung meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.
"Jadi, jangan ke arah oke ada krisis nanti kita hentikan MBG. Iya kan? Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat. Masih banyak," kata Prabowo, dalam dialog bersama sejumlah tokoh dan jurnalis di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip dari video yang dibagikan Sekretariat Presiden pada Minggu (22/3/2026).
Prabowo mengatakan, program MBG juga mendapat apresiasi dari Rockefeller Institute dari Amerika Serikat.
Baca juga: Prabowo Tegaskan Kepentingan Nasional Jadi Prioritas dalam Kesepakatan Dagang
Program MBG, lanjut Prabowo, disebut sebagai investasi terbaik bagi sumber daya manusia.
"Jadi this is strategic, ini untuk human capital kita ya. Jadi masih banyak penghematan lain yang real yang kita bisa lakukan. Kita sudah exercise, kita sudah melakukan penghematan di banyak bidang ya," imbuh Prabowo.
Prabowo mengatakan, program MBG akan dipertahankan.
Ia menilai, lebih baik uang negara dipakai untuk memberi makan rakyat daripada dikorupsi.
"Saya akan bertahan sedapat mungkin daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda enggak lihat anak-anak yang stunting. Saya lihat, saya kampanye sekian kali saya di desa-desa. Saya lihat anak umurmu berapa? 11 tahun. Badannya anak 4 tahun," ujar dia.
Presiden Prabowo sangat optimistis dengan program MBG.
"Saya haqul yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029 kita lihat. Saya rencana saya di sini," tutur dia.
Menurut Prabowo, banyak anak-anak di luar Jawa yang sangat membutuhkan MBG hingga ada yang membungkusnya untuk dimakan di rumah.
Baca juga: Prabowo ke Menteri-Kepala Badan: Bersihkan Dirimu atau You Nanti Akan Dibersihkan
Meski Kepala Negara juga mengakui program ini masih ada kekurangannya, namun hal ini terus diperbaiki.
Mantan Menteri Pertahanan ini bahkan menyebut sudah menutup lebih dari 1.000 SPPG bermasalah.
"Bahwa ada kekurangan ini kita tindak. Saya sudah katakan ada 1000 lebih yang sudah kita tutup. Iya kan? Tapi you lihat itu dan di banyak daerah di luar Jawa ya mereka tuh sangat membutuhkan sangat membutuhkan," tutur dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




