JAKARTA, KOMPAS.com – Momentum libur Lebaran tak hanya dipadati aktivitas rekreasi warga, tetapi juga diwarnai dengan meningkatnya pelanggaran lalu lintas di sejumlah ruas jalan.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (22/3/2026) pukul 16.00 WIB hingga 17.00 WIB, masih ditemukan puluhan pengendara sepeda motor yang tidak mematuhi aturan keselamatan berkendara, terutama penggunaan helm.
Dari arah Jalan Raya Ragunan menuju Jalan Pasar Minggu, setidaknya terdapat sekitar 20 pengendara motor yang tidak menggunakan helm.
Sementara itu, dari arah Pancoran menuju Pasar Minggu, jumlah pelanggaran serupa bahkan lebih banyak, yakni sekitar 25 pengendara.
Baca juga: Pengunjung Ancol Tembus 47.000 Minggu Sore, Pantai Dipenuhi Anak-anak
Pelanggaran umumnya dilakukan oleh penumpang yang dibonceng.
Banyak dari mereka terlihat tidak mengenakan helm, meskipun pengemudi sudah memakainya.
Bahkan, Kompas.com juga mendapati sejumlah sepeda motor yang membawa penumpang melebihi kapasitas.
Dalam beberapa kasus, satu sepeda motor ditumpangi hingga empat sampai lima orang, terdiri dari dua orang dewasa dan tiga anak-anak.
Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan, meski arus lalu lintas tidak terlalu padat selama libur Lebaran.
Selain itu, berdasarkan pantauan Kompas.com di sejumlah lampu merah di kawasan Jakarta Selatan, terlihat adanya petugas kepolisian yang berjaga di titik-titik tertentu.
Namun, kehadiran petugas tersebut belum sepenuhnya diiringi dengan peningkatan kedisiplinan pengendara.
Baca juga: 38 Tahun Kemudikan Perahu Wisata Ancol, Lebaran Jadi Momen Paling Ditunggu Taryana
Sejumlah pengendara yang tidak mengenakan helm maupun yang berboncengan melebihi kapasitas tampak tetap melintas tanpa teguran dari petugas yang berjaga.
Kondisi ini mencerminkan masih rendahnya kesadaran berlalu lintas di tengah momentum Lebaran.
Salah satu pengendara, Dito (34), yang ditemui saat mengisi bahan bakar di kawasan Pasar Minggu, mengaku sengaja tidak mengenakan helm untuk penumpangnya karena jarak tempuh yang dekat.
“Ini cuma dekat saja, mau ke rumah saudara. Helmnya juga terbatas, jadi dipakai yang bawa saja,” ujar Dito, saat ditemui Kompas.com, Minggu (22/3/2026).
Senada, pengendara lain, Rahma (29), mengatakan bahwa momen Lebaran membuatnya merasa situasi jalan lebih longgar dari pengawasan.
Baca juga: Kota Tua Dikunjungi Belasan Ribu Warga, Sampai Malam Masih Padat
“Biasanya sih pakai, tapi ini lagi Lebaran, jalan juga enggak ramai tapi santai. Ngerasa aman-aman saja, enggak kepikiran soal tilang elektronik,” kata Rahma.
Meski demikian, keduanya mengaku tetap menyadari risiko yang mungkin terjadi, misalnya terjadi kecelakaan.
Hingga berita ini ditayangkan, Kompas.com sudah menghubungi Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin untuk meminta tanggapan terkait masih maraknya pelanggaran lalu lintas, termasuk pengendara yang tidak menggunakan helm, namun belum mendapatkan respons.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




