Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas diperkirakan akan mengalami pelemahan, dengan berada di bawah harga Rp3 juta pada pekan depan. Hal ini disebabkan oleh penguatan dolar AS dan eskalasi geopolitik.
Pengamat Komoditas dan Mata Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan harga emas dunia pada Sabtu pagi ditutup turun pada level US$4.497,37. Pelemahan harga emas ini turut melemahkan harga logam mulia di dalam negeri ke level Rp2,89 juta per gram.
“Seandainya terjadi koreksi kembali, kemungkinan support kedua di US$4.319, dengan logam mulia pada Rp2,8 juta per gram,” kata Ibrahim, Minggu (22/3/2026).
Meski demikian, lanjutnya, peluang penguatan bagi harga emas masih terbuka. Jika harga emas dunia kembali naik, maka resisten pertama berada di US$4.559,86, dengan harga logam mulia sekitar Rp2,92 juta per gram. Sementara itu, resisten kedua di US$4.681,50, berpotensi mendorong harga logam mulia ke Rp2,98 juta per gram.
“Jadi ada kemungkinan besar minggu depan logam mulia akan di bawah Rp3 juta, kemungkinan itu di Rp2,98 juta per gram. Saya optimistis harga emas dunia dan logam mulia ini akan kembali menguat, tinggal menunggu momentum saja,” ucapnya.
Ibrahim menjelaskan pelemahan harga emas dunia ini dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat yang kembali menjadi aset safe haven utama di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga
- Harga Emas Anjlok Saat Lebaran 2026, Segini Cuan Jual
- Harga Emas Antam Hari Ini 22 Maret 2026 Mandek, Masih Dibanderol Rp2,89 Juta per Gram
- Tabel Harga Buyback Emas Antam Hari Ini Minggu, 22 Maret 2026 & Nilai Pajaknya
Kenaikan harga energi, terutama minyak mentah jenis Brent yang diperkirakan bergerak di kisaran 110.000 hingga 116.000, turut mendorong inflasi global dan membuat bank sentral mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi.
Selain itu, eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah juga memperkuat dolar dan menekan harga emas. Investor cenderung beralih ke dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Meski harga emas dunia tertekan, pelemahan rupiah diperkirakan akan menahan penurunan harga logam mulia di dalam negeri.
“Mata uang rupiah masih akan terus mengalami pelemahan sehingga menahan turunnya harga logam mulia dalam negeri,” ucapnya.
Ibrahim mengatakan, kondisi ini membuat harga logam mulia cenderung stabil dan berpotensi kembali menuju level Rp3 juta per gram. Adapun Ibrahim menambahkan, koreksi harga emas saat ini bersifat sementara dan masih berpeluang untuk kembali menguat.
“Ada kecenderungan harga logam mulia kemungkinan akan kembali stabil dan akan kembali menuju level Rp3 jutaan,” ujarnya.





