PT ABM Investama Tbk (ABMM) mencatat penurunan kinerja keuangan sepanjang tahun lalu dengan membukukan penurunan laba bersih hingga 51 persen.
IDXChannel - PT ABM Investama Tbk (ABMM) mencatat penurunan kinerja keuangan sepanjang tahun lalu, seiring tekanan pada harga batu bara. Selain harga, kinerja operasional ABMM juga terpengaruh oleh cuaca ekstrem pada semester I.
Perusahaan batu bara milik Trakindo Group itu mencetak laba bersih USD70,5 juta pada 2025. Angka tersebut turun hingga 51 persen dibandingkan capaian laba bersih perseroan pada 2024 yang mencapai USD139,4 juta.
Dalam laporan keuangan dikutip Minggu (22/3/2026), perseroan mencatat pendapatan konsolidasi USD1,04 miliar pada 2025, turun 13,5 persen dibandingkan 2024 yang sebesar USD1,20 miliar. Hal ini ditandai dengan penurunan di seluruh lini bisnis.
Segmen kontraktor tambang dan tambang batu bara yang menjadi tulang punggung pendapatan turun 15 persen menjadi USD755 juta. Segmen logistik dan sewa kapal juga turun tipis 3 persen menjadi USD136 juta.
Sementara segmen perdagangan bahan bakar juga melemah 12 persen menjadi USD66,2 juta. Selain itu, segmen Site Service Division (SSD) dan repabrikasi juga terkoreksi 8 persen menjadi USD48 juta.
Lebih dari separuh pendapatan ABMM berasal dari pihak berelasi. Rinciannya PT Borneo Indobara 28,77 persen, PT Binuang Mitra Bersama 16,96 persen, dan PT Multi Harapan Utama 9,23 persen. Total penjualan kepada entitas tersebut mencapai 55,2 persen.
Beban pokok pendapatan ABMM turun 13 persen menjadi USD934 juta. Namun, efisiensi tersebut tak mampu menahan penurunan laba kotor sebesar 21 persen menjadi USD103 juta.
Laba usaha juga tercatat anjlok 42 persen menjadi USD63 juta. Hal ini dampak kenaikan beban umum dan administrasi yang mencapai 10 persen mnejadi USD58 juta.
ABMM juga mencatat penurunan pada bagian atas laba entitas asosiasi hingga 44 persen menjadi USD85 juta. Beban keuangan turun 30 persen menjadi USD76 juta.
Setelah dipotong pajak final dan penghasilan USD5,3 juta, laba bersih ABMM tercatat USD70,5 juta.
Meski laba turun, keuangan ABMM tetap solid. Posisi kas dan setara kas mencapai USD199 juta, tumbuh 17 persen secara tahunan yang menggambarkan kekuatan finansial perseroan.
Namun, persediaan turun 33 persen menjadi USD40 juta. Alhasil, aset lancar turun 6 persen menjadi USD501 juta. Total aset juga turun 2 persen menjadi USD2,05 miliar.
Liabilitas jangka pendek turun 14 persen menjadi USD433 juta, imbas penurunan utang usaha. Namun, utang bank jangka pendek naik tajam hingga 22 persen menjadi USD151 juta.
Liabilitas jangka panjang turun tipis menjadi USD742 juta. Secara total, liabilitas turun 6 persen menjadi USD1,17 miliar.
Ekuitas ABMM juga tercatat tumbuh sekitar 4 persen menjadi USD874 juta dengan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya mencapai USD691 juta.
(Rahmat Fiansyah)





