Jakarta (ANTARA) - Berita politik terpopuler pada Minggu (22/3) diwarnai penegasan Presiden Prabowo Subianto terkait isu global dan kepentingan nasional, diikuti momen Lebaran di Istana yang menyita perhatian publik, peristiwa keamanan di Papua Barat Daya, hingga dinamika hubungan dagang Indonesia–Amerika Serikat.
Simak kembali berita tersebut selengkapnya berikut ini,
Prabowo: RI tak pernah komitmen sumbang Rp17 triliun untuk BoP
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak pernah berjanji menyumbang 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp17 triliun kepada Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang diusung Donald Trump, sekaligus meluruskan informasi yang beredar. “Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar,” ujarnya.
Baca beritanya di sini
Open house Istana, warga terkesan bersalaman langsung dengan Presiden
Ribuan warga memadati Kompleks Istana Kepresidenan dan mengikuti gelar griya Idulfitri, dengan sejumlah warga mengaku terkesan dapat bersalaman langsung dengan Presiden Prabowo Subianto, mencerminkan kedekatan simbolik antara kepala negara dan masyarakat pada momen Lebaran.
Baca beritanya di sini
Gubernur sampaikan duka dua TNI gugur dalam kontak tembak di Maybrat
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyampaikan duka atas gugurnya dua prajurit TNI AL dalam kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata di Maybrat, seraya berharap insiden serupa tidak terulang dan keselamatan aparat tetap menjadi perhatian utama.
Baca beritanya di sini
Momen hangat Prabowo berlebaran bersama Titiek Soeharto dan Didit
Presiden Prabowo Subianto membagikan momen kebersamaan Idulfitri bersama Titiek Soeharto dan Didit Hediprasetyo melalui media sosial, yang memperlihatkan sisi personal kepala negara di tengah aktivitas kenegaraan.
Baca beritanya di sini
Prabowo tegaskan kepentingan nasional dalam perjanjian dagang AS
Dalam isu ekonomi global, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak akan mengorbankan kepentingan nasional dalam perjanjian dagang dengan Amerika Serikat, termasuk dalam skema Agreement on Reciprocal Trade (ART), dengan menekankan bahwa setiap kesepakatan harus berpihak pada kepentingan Indonesia.
Baca beritanya di sini
Simak kembali berita tersebut selengkapnya berikut ini,
Prabowo: RI tak pernah komitmen sumbang Rp17 triliun untuk BoP
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak pernah berjanji menyumbang 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp17 triliun kepada Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang diusung Donald Trump, sekaligus meluruskan informasi yang beredar. “Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar,” ujarnya.
Baca beritanya di sini
Open house Istana, warga terkesan bersalaman langsung dengan Presiden
Ribuan warga memadati Kompleks Istana Kepresidenan dan mengikuti gelar griya Idulfitri, dengan sejumlah warga mengaku terkesan dapat bersalaman langsung dengan Presiden Prabowo Subianto, mencerminkan kedekatan simbolik antara kepala negara dan masyarakat pada momen Lebaran.
Baca beritanya di sini
Gubernur sampaikan duka dua TNI gugur dalam kontak tembak di Maybrat
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyampaikan duka atas gugurnya dua prajurit TNI AL dalam kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata di Maybrat, seraya berharap insiden serupa tidak terulang dan keselamatan aparat tetap menjadi perhatian utama.
Baca beritanya di sini
Momen hangat Prabowo berlebaran bersama Titiek Soeharto dan Didit
Presiden Prabowo Subianto membagikan momen kebersamaan Idulfitri bersama Titiek Soeharto dan Didit Hediprasetyo melalui media sosial, yang memperlihatkan sisi personal kepala negara di tengah aktivitas kenegaraan.
Baca beritanya di sini
Prabowo tegaskan kepentingan nasional dalam perjanjian dagang AS
Dalam isu ekonomi global, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak akan mengorbankan kepentingan nasional dalam perjanjian dagang dengan Amerika Serikat, termasuk dalam skema Agreement on Reciprocal Trade (ART), dengan menekankan bahwa setiap kesepakatan harus berpihak pada kepentingan Indonesia.
Baca beritanya di sini





