Lebaran 1447 H: Dari Istana Jakarta Hingga Pelosok Aceh, Indonesia Bersatu dalam Syukur

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd.

Kalimat itu bukan sekadar rangkaian kata. Ia adalah denyut. Ia mengalun dari satu menara ke menara berikutnya, dari satu kampung ke kampung di seberang bukit, dari pengeras suara mushala kecil di gang sempit hingga masjid raya yang menanggung berat sejarah berabad-abad. Sabtu, 21 Maret 2026, langit Nusantara dipenuhi oleh suara yang sama, diucapkan oleh jutaan bibir dalam bahasa yang satu. Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah telah tiba.

Baca Juga
  • Gunung Ibu di Maluku Utara Erupsi, Kolom Abu Mencapai 600 Meter
  • Arus Lalu Lintas ke Timur Masih Tinggi pada Hari H Lebaran
  • Erna Lisa Halaby Sambut Penyandang Disabilitas di Idul Fitri

Setelah sebulan penuh menahan, menahan lapar dan dahaga, menahan amarah dan nafsu, menahan segala yang duniawi demi sesuatu yang lebih tinggi, umat Muslim Indonesia akhirnya bersuka cita. Bedug bertalu. Takbir bersahutan. Dan di mana-mana, di ruang tamu yang penuh sesak, di jalanan yang mendadak semarak, di meja makan yang sarat ketupat dan opor, ada satu perasaan yang sama mengalir, syukur yang tak cukup diungkapkan dengan kata.

Pemerintah Indonesia resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu itu, sebuah ketetapan yang dinantikan oleh sebagian masyarakat yang memilih menunggu hasil sidang isbat sebelum mengumandangkan takbir. Sebagian lain telah lebih dahulu merayakannya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Perbedaan itu, sebagaimana selalu, tidak menjadi luka. Ia justru menjadi ruang, ruang untuk saling memahami bahwa kebenaran bisa hadir dalam wajah yang berbeda-beda, dan bahwa ukhuwwah tidak bersyaratkan keseragaman. Di situlah letak keunikan bangsa ini. Lebaran bukan milik satu cara merayakan. Ia milik semua yang merasakannya.

Istana yang Menjadi Rumah Rakyat

Pukul tiga sore, matahari masih menyengat halaman Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta ketika Presiden Prabowo Subianto melangkah keluar dengan baju koko putih, celana panjang hitam, dan peci yang bertengger dengan sederhana di kepalanya. Di sampingnya, sang putra Didit Hediprasetyo mengikuti langkah.

Di depan mereka, antrean panjang warga yang telah menunggu sejak pagi. Empat ribu, mungkin lima ribu orang, berdiri di bawah terik yang sama, demi satu momen yang bagi banyak dari mereka terasa seperti sesuatu yang hanya terjadi dalam mimpi, berjabat tangan langsung dengan kepala negara di hari kemenangan.

Tidak ada jarak protokoler yang kaku. Tidak ada barisan pengawal yang memisahkan. Hanya jabat tangan, senyum yang sungguh-sungguh, dan ucapan selamat yang disampaikan satu per satu. Tangis haru pecah di beberapa sudut. Pelukan hangat terjalin. Dan di antara semua itu, terasa sesuatu yang lebih dari sekadar seremonial, sebuah isyarat bahwa kepemimpinan, pada intinya, adalah tentang kehadiran.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan istrinya Selvi Ananda turut hadir, bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga tinggi negara. Sebelum membuka diri bagi rakyat, Presiden Prabowo terlebih dahulu menjalani halalbihalal bersama Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ketujuh Joko Widodo beserta keluarga mereka masing-masing, sebuah gestur yang berbicara lebih keras dari pidato mana pun tentang pentingnya merawat persatuan di antara para pemimpin bangsa.

Di Balai Kota, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka pintu bagi warga dalam open house yang tak kalah hangat, sembari mengingatkan mereka yang berencana kembali mengadu nasib di ibu kota setelah mudik agar tidak lupa menyiapkan kelengkapan dokumen diri.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Stop Korupsi, Presiden Prabowo Alihkan Dana untuk Rakyat
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat
• 19 jam laludisway.id
thumb
Tragedi Pilu di Pantai Karangbolong, Kakak Berkorban Nyawa Prioritaskan sang Adik
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Kunci Sukses Keberhasilan Mudik 2026, ini Peran Teknologi hingga Rekayasa Lalu Lintas
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Kapolsek Ciawi Terobos Macet di Jalur Puncak Bogor, Bantu Ibu Hamil yang Akan Melahirkan
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.