Penulis: Fityan
TVRINews – Paris, Prancis
Kemenangan Aliansi Kiri Pertegas Perlawanan Terhadap Dominasi Sayap Kanan di Prancis
Emmanuel Grégoire dari Partai Sosialis resmi terpilih sebagai Wali Kota Paris, setelah meraih kemenangan meyakinkan atas rival utamanya dari sayap kanan, mantan menteri Rachida Dati.
Hasil ini memastikan ibu kota Prancis tetap berada di bawah kendali haluan kiri, sekaligus memperkuat agenda lingkungan di kota tersebut.
Sesaat setelah kemenangan diumumkan pada Minggu 22 Maret 2026 malam waktu setempat , Grégoire merayakan hasil tersebut dengan melakukan konvoi sepeda bersama para calon anggota dewan.
Aksi simbolis ini menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kebijakan pro-sepeda dan perlindungan lingkungan yang telah dimulai oleh pendahulunya.
"Masih banyak yang harus dikerjakan, dan kami akan memulainya besok pagi," ujar Grégoire, seorang politisi senior yang sebelumnya menjabat sebagai wakil dari mantan Wali Kota Anne Hidalgo kepada The Guardian.
Berdasarkan proyeksi hasil suara, Grégoire meraih sekitar 52% dukungan. Kemenangan ini merupakan pukulan telak bagi Rachida Dati, yang didukung oleh koalisi Emmanuel Macron dan Nicolas Sarkozy dalam upayanya merebut Paris setelah 25 tahun dipimpin oleh kelompok kiri.
Pusat Perlawanan Nasional
Dalam pidato kemenangannya, Grégoire menekankan peran strategis Paris dalam peta politik nasional menjelang pemilihan presiden tahun depan. Ia memosisikan Paris sebagai benteng pertahanan terhadap bangkitnya aliansi sayap kanan dan ekstrem kanan.
"Paris akan menjadi jantung perlawanan terhadap aliansi sayap kanan yang berusaha merampas apa yang paling berharga bagi kita: kegembiraan sederhana dalam hidup berdampingan," tegas Grégoire.
Ia juga menyampaikan pesan solidaritas bagi kelompok rentan: "Saya memikirkan mereka yang paling rapuh, mereka yang tidur di jalanan malam ini, dan anak-anak yang menderita. Seluruh kelompok rentan membutuhkan peran politik kiri."
Peta Politik Kota-Kota Besar
Selain di Paris, kemenangan kelompok kiri juga terjadi di Marseille. Wali Kota petahana, Benoît Payan, berhasil mempertahankan posisinya melawan gelombang Partai National Rally (RN).
Payan menyebut kemenangan ini sebagai pesan perdamaian dan persatuan dari para humanis yang menolak narasi perpecahan.
Namun, dinamika berbeda terlihat di Nice. Éric Ciotti, yang kini bersekutu dengan Marine Le Pen, berhasil merebut kota terbesar kelima di Prancis tersebut. Sementara itu, di Le Havre, mantan Perdana Menteri Édouard Philippe memenangkan pemilihan dengan suara 47%, yang diprediksi akan menjadi batu loncatan baginya untuk maju dalam bursa kepresidenan 2027.
Pemilihan lokal putaran kedua ini melibatkan lebih dari 1.500 kota dan menjadi barometer penting suhu politik Prancis sebelum berakhirnya masa jabatan Presiden Emmanuel Macron pada musim semi mendatang.
Editor: Redaktur TVRINews





