Bisnis.com, CIREBON - Arus balik Lebaran 2026 di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) mulai terjadi pada Senin (23/3/2026).
Peningkatan volume kendaraan sudah terlihat sejak Minggu (22/3/2026) malam, ditandai lonjakan signifikan arus lalu lintas, terutama dari arah Cirebon menuju Jakarta.
Berdasarkan data Astra Tol Cipali tercatat sekitar 23.000 kendaraan melintasi Gerbang Tol Cikopo menuju Jakarta. Angka ini meningkat tajam hingga 120% dibandingkan periode yang sama sehari sebelumnya.
Sementara itu, arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Cirebon masih mendominasi dengan total sekitar 49.000 kendaraan, atau naik 9,4% dibandingkan hari sebelumnya.
Secara keseluruhan, volume lalu lintas di ruas Tol Cipali mengalami peningkatan sekitar 30,8% dibandingkan periode yang sama pada hari sebelumnya. Kondisi lalu lintas terpantau ramai lancar, meskipun terdapat pelambatan di sejumlah titik.
Pihak Astra Tol Cipali menyebutkan, peningkatan arus kendaraan dari arah Cirebon ke Jakarta menjadi indikator awal dimulainya arus balik Lebaran tahun ini. Lonjakan tersebut diprediksi akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan seiring berakhirnya masa libur Idulfitri.
Baca Juga
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik di Malang Raya Terjadi Mulai 24 Maret
- KAI Prediksi Arus Balik Lebaran Mulai Terjadi Hari Ini (22/3), Okupansi Capai 137,5%
- Polri Ajak Masyarakat Manfaatkan Diskon Tarif Nol Arus Balik Lebaran
Sustainability Management & Corporate Communications Dept Head Astra Tol Cipali Ardam Rafif Trisilo menyampaikan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menghadapi potensi kepadatan arus balik.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah penambahan rambu lalu lintas jika sewaktu-waktu diberlakukan rekayasa lalu lintas.
"Kami juga menyiapkan perlengkapan pendukung seperti rubber cone untuk mendukung pengaturan lalu lintas di lapangan. Koordinasi intensif dengan pihak kepolisian juga terus dilakukan guna memastikan kelancaran dan keamanan pengguna jalan selama periode arus balik," kata Ardam, Senin (23/3/2026).
Dalam upaya mengurai kepadatan, pengelola tol juga menyiapkan skema pengaturan di rest area. Sistem buka-tutup akan diberlakukan secara situasional, menyesuaikan dengan kapasitas parkir yang tersedia.
Langkah ini diambil untuk mencegah antrean kendaraan yang berpotensi meluber hingga ke badan jalan tol.
Ardam mengatakan, pengguna jalan diimbau untuk tidak hanya bergantung pada rest area yang berada di dalam ruas tol. Jika kapasitas rest area penuh, pengendara disarankan memanfaatkan tempat istirahat di luar gerbang tol.
Astra Tol Cipali memastikan bahwa dengan sistem transaksi tertutup, tarif tol tetap sama meskipun pengguna keluar dan masuk kembali ke jalan tol.
Selain itu, pengguna jalan juga diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan. Kesiapan fisik pengemudi juga menjadi perhatian utama, mengingat perjalanan arus balik umumnya membutuhkan waktu tempuh yang lebih panjang akibat tingginya volume kendaraan.
"Pengemudi diimbau untuk tidak memaksakan diri apabila merasa lelah atau mengantuk. Beristirahat secara berkala dinilai penting untuk menjaga keselamatan selama perjalanan," tutupnya.





