HARIAN FAJAR, MAKASSAR — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel mendorong momentum Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) 2026 menjadi penggerak investasi nyata di daerah, bukan sekadar ajang silaturahmi tahunan.
Agenda yang akan digelar pada 25–26 Maret 2026 di Hotel Claro Makassar itu dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat arus investasi dari diaspora pengusaha Bugis-Makassar ke Sulsel.
Ketua Kadin Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) menegaskan bahwa kepulangan para saudagar harus diikuti dengan kontribusi konkret terhadap perekonomian daerah.
“Momentum ini jangan berhenti pada simbolik. Saudagar yang pulang kampung harus menjadi motor penggerak investasi dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya pada Minggu, 22 Maret.
Menurutnya, PSBM perlu diarahkan sebagai forum strategis untuk mempertemukan kepentingan pengusaha diaspora dengan kebutuhan riil pembangunan ekonomi daerah, khususnya pada sektor produktif.
Kadin Sulsel menilai, peluang investasi terbuka luas di sejumlah sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, hingga industri pengolahan yang memiliki nilai tambah tinggi.
Selain investasi langsung, kontribusi lain yang dinilai krusial adalah pembukaan akses pasar bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Sulsel ke tingkat nasional maupun global, serta transfer pengetahuan dan praktik bisnis modern.
“Yang dibutuhkan bukan hanya modal, tetapi juga jejaring, manajemen, dan akses pasar,” kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI.
AIA juga menekankan pentingnya kemitraan usaha yang berkelanjutan antara pengusaha besar dan pelaku usaha lokal, sehingga tercipta ekosistem bisnis yang inklusif.
Dalam skema tersebut, pengusaha lokal diharapkan tidak hanya menjadi pelaku pendukung, tetapi turut naik kelas dan berperan dalam rantai pasok yang lebih luas.
Lebih lanjut, Kadin Sulsel mendorong agar PSBM 2026 menghasilkan komitmen yang terukur, seperti rencana investasi, sektor prioritas yang digarap, serta potensi penyerapan tenaga kerja.
“Harus ada output yang jelas. Berapa investasi yang masuk, sektor apa yang dikembangkan, dan berapa tenaga kerja yang terserap,” ujarnya.
Selama ini, PSBM dikenal sebagai forum silaturahmi saudagar Bugis-Makassar dari berbagai daerah dan negara. Namun dalam beberapa tahun terakhir, forum tersebut mulai diarahkan untuk memainkan peran lebih strategis sebagai katalis investasi.
Dengan besarnya potensi diaspora, Kadin Sulsel optimistis PSBM 2026 dapat menjadi momentum akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah, sepanjang diiringi komitmen nyata dari para saudagar yang kembali ke tanah leluhur. (ams)





