Peluncuran ini menandai langkah Asus dalam menghadirkan laptop gaming dengan kombinasi performa tinggi dan fleksibilitas penggunaan, tidak hanya untuk game, tetapi juga kebutuhan kreatif seperti editing video dan rendering 3D.
Dengan membawa prosesor generasi terbaru dan GPU kelas flagship, seri ROG Strix terbaru ini diposisikan untuk memenuhi kebutuhan gamer kompetitif hingga kreator konten yang membutuhkan performa stabil dalam jangka panjang.
Masuk ke sektor dapur pacu, kedua model ditenagai prosesor Intel Core Ultra 9 290HX Plus yang dipadukan dengan GPU hingga NVIDIA GeForce RTX 5080 Laptop GPU.
Dikutip dari laporan GizmoChina, kombinasi ini dirancang untuk menjalankan game modern dengan fitur ray tracing, serta mendukung workload berat seperti editing video dan rendering 3D. Dukungan teknologi DLSS 4 dan Multi-Frame Generation juga disertakan untuk meningkatkan frame rate pada game yang kompatibel.
Dengan konfigurasi ini, laptop tidak hanya fokus pada gaming, tetapi juga mengakomodasi kebutuhan komputasi berbasis GPU yang semakin umum di era konten digital.
Salah satu peningkatan utama hadir di sektor layar. ROG Strix G16 menggunakan panel 16 inci beresolusi 2.5K dengan refresh rate 300Hz dan response time 3ms, meningkat dari generasi sebelumnya yang masih 240Hz.
Panel ini juga mendukung 100 persen DCI-P3, Pantone validation, Dolby Vision, dan G-SYNC untuk memastikan akurasi warna serta pengalaman visual yang lebih mulus.
Sementara itu, ROG Strix G18 membawa layar 18 inci dengan teknologi Mini LED yang memiliki lebih dari 2000 dimming zone. Panel ini menawarkan refresh rate 240Hz, response time 3ms, serta tingkat kecerahan hingga 1600 nits, memberikan kontras lebih tinggi dan performa HDR yang lebih optimal.
Kedua layar juga dilengkapi lapisan anti-reflection untuk menjaga visibilitas di berbagai kondisi pencahayaan.
Untuk menjaga performa tetap stabil, Asus memperbarui sistem pendingin dengan kombinasi vapor chamber, tiga kipas (tri-fan), serta desain heatsink berlapis.
Konfigurasi ini dirancang untuk mengelola suhu saat laptop digunakan dalam sesi gaming panjang atau beban kerja berat, sekaligus meminimalkan risiko penurunan performa akibat thermal throttling.
Perubahan menarik lainnya ada pada desain chassis. Asus kini menghadirkan mekanisme tool-less access dengan sistem pegas, sehingga pengguna bisa membuka bagian dalam tanpa perlu obeng.
Komponen seperti RAM dan SSD dapat diakses dengan cepat, termasuk dukungan Q-Latch pada slot SSD untuk mempermudah pemasangan.
Laptop ini mendukung hingga 64GB DDR5 6400MT/s dan penyimpanan hingga 2TB PCIe 4.0, memberikan fleksibilitas untuk upgrade sesuai kebutuhan pengguna.
Dari sisi konektivitas, kedua model dilengkapi dua port Thunderbolt 5 dengan DisplayPort 2.1, tiga USB-A, HDMI 2.1, Ethernet 2.5G, serta jack audio 3.5mm.
Dukungan WiFi 7 juga sudah tersedia untuk koneksi lebih cepat dan stabil. Sementara di sektor audio, Asus menghadirkan Dolby Atmos, Hi-Res Audio, serta AI noise cancellation.
Laptop ini menjalankan Windows 11 Pro dan dilengkapi keyboard RGB per-key dengan Aura Sync, serta tombol Copilot untuk akses fitur AI.
Asus ROG Strix G16 dan G18 dibekali baterai 90Wh dengan adaptor daya hingga 380W. Dari sisi bobot, G16 memiliki berat sekitar 2,7 kg, sedangkan G18 mencapai 3,5 kg.
Keduanya hadir dalam pilihan warna Eclipse Grey dan Volt Green, hingga saat ini Asus belum mengumumkan harga dan ketersediaan resmi untuk kedua laptop gaming ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)





