Masuk Periode Arus Balik Lebaran, Harga BBM Stabil

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Memasuki masa arus balik libur Lebaran, harga BBM atau bahan bakar minyak di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina, Shell, bp, dan Vivo stabil sejak awal Maret di tengah pecahnya perang Amerika Serikat - Israel dengan Iran.

Dikutip dari laman resmi Pertamina di Jakarta, Senin, tercatat harga Pertamax Series dan Pertamina Dex Series masih stabil sejak awal Maret. Berikut rincian harga BBM per liter SPBU Pertamina di Jakarta:

  • Harga Pertalite: Rp 10.000
  • Solar subsidi: Rp 6.800
  • Pertamax: Rp 12.300
  • Pertamax Turbo: Rp 13.100
  • Pertamax Green: Rp 12.900
  • Dexlite: Rp 14.200
  • Pertamina Dex: Rp 14.500

Meskipun masih mengalami kelangkaan stok, harga BBM di SPBU Shell terpantau stabil sejak awal Maret. Harga Shell Super Rp 12.390 dan V-Power Diesel Rp 14.620 per liter.

Selanjutnya, harga BBM di SPBU bp juga stabil apabila dibandingkan dengan harga BBM pada awal Maret. Harga BP Ultimate Rp 12.930 per liter, BP 92 Rp 12.390 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp 14.620 per liter.

Sementara itu, harga BBM di SPBU Vivo juga tidak menunjukkan perubahan sejak awal Maret. Harga Revvo 92 Rp 12.390, Revvo 95 Rp 12.930, serta Diesel Primus Rp 14.610 per liter.

Harga minyak dunia melonjak sejak AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Gejolak harga ini membuat sejumlah negara menyesuaikan harga BBM, seperti yang dilakukan Singapura, Filipina, Malaysia, dan Thailand.

Melansir The Straits Times, hanya butuh waktu tiga hari untuk mengerek harga bensin di Singapura, usai pecahnya konflik di Timur Tengah. Harga bensin dan solar di SPBU Singapura belakangan ini bahkan melampaui harga selama krisis Ukraina pada 2022.

Pada pekan lalu (16/3), perusahaan energi Shell memperbarui daftar harga produknya. Bensin oktan-95, oktan-98, V-Power, dan solar masing-masing mengalami kenaikan 7 sen.

Sementara itu, Departemen Energi Filipina memperkirakan kenaikan harga minyak domestik senilai PHP 23,9 atau sekitar Rp6.805 (kurs Rp 284,7/PHP) per liter pekan lalu, yang akan diterapkan bertahap oleh lima perusahaan mulai Selasa, 17 Maret.

Di Indonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah sedang mengkaji langkah untuk menekan konsumsi BBM. Salah satu yang dipertimbangkan adalah bekerja dari rumah atau WFH.

Bahlil mengatakan rencana ini masih dalam tahap kajian, namun berpotensi diterapkan. Dia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini juga melakukan sejumlah evaluasi terkait konsumsi BBM.

“Sedang dikaji, tentang apakah kita membutuhkan WFH. Tetapi menurut saya, semua kemungkinan itu bisa terjadi. Yang penting adalah penghematan terhadap BBM," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3) dikutip dari Antara.

Namun, Bahlil mengatakan ketersediaan BBM, LPG dan batu bara untuk pembangkit dalam kondisi aman hingga Lebaran. Dia juga mengatakan bahwa stok energi nasional masih sesuai standar

Pemerintah Sarankan Masyarakat WFA dan Hindari Puncak Arus Balik

Menteri Perhubungan atau Menhub Dudy Purwagandhi mengimbau para pemudik untuk menghindari puncak arus balik Lebaran 2026 yang jatuh pada 24, 28, dan 29 Maret. Ia menyarankan masyarakat memanfaatkan masa work from where (WFA) yang diimbau pemerintah. 

Dudy mengimbau para pemudik untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal menghindari waktu-waktu puncak. 

“Kami imbau masyarakat dapat kembali ke Jabotabek pada 23 Maret dengan memanfaatkan cuti bersama, atau pada periode 25-27 Maret dengan memanfaatkan masa Work From Anywhere yang diimbau pemerintah,” Kata Dudy dalam keterangan pers, dikutip Senin (23/3). 

Puncak arus balik diprediksi jatuh pada Selasa (24/3), berdasarkan data perhitungan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), diperkirakan volume lebih dari 285 ribu kendaraan pada waktu tersebut, yang mana angka ini lebih besar daripada puncak arus mudik pada 18 Maret dengan jumlah 270.315 kendaraan. 

Di sisi lain, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menuturkan, puncak arus balik diprediksi terjadi dalam tiga gelombang, yakni 24, 28, dan 29 Maret. 

“Kami memperkirakan tiga hari tersebut akan menjadi puncak arus balik Lebaran 2026. Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari waktu puncak arus balik tersebut agar pelayanan arus mudik berjalan aman, nyaman, dan berkeselamatan,” kata Agus.

Agus menyampaikan, berdasarkan pemantauan di lapangan, Korlantas mencatat perkembangan volume kendaraan selama periode mudik dan arus balik pascalebaran masih dalam kategori terkendali meskipun terjadi peningkatan pergerakan.

"Pada Operasi Ketupat hari ke-9 atau dua hari setelah Lebaran, kondisi arus lalu lintas masih cukup terkendali. Terdapat peningkatan arus sesuai prediksi dan hasil pemantauan teknologi. Pergerakan aglomerasi terpantau cukup padat, namun masih dapat dikelola dengan baik," katanya.

Ia menyampaikan, peningkatan volume kendaraan tersebut terpantau di sejumlah wilayah, khususnya kawasan aglomerasi, yang di antaranya meliputi Semarang Raya hingga wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Selain itu, pergerakan terjadi di sejumlah destinasi wisata yang masih diminati masyarakat seperti Bali, Malang Raya, Jakarta, dan Jawa Barat yang menjadi titik dengan mobilitas tinggi selama masa libur Lebaran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dibombardir Iran! PM Israel Netanyahu Beri Perintah Darurat ke Warga: Tolong Lakukan
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
WFH Diterapkan Setelah Lebaran, ASN dan Swasta Ikut?
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Susul Yaqut, Keluarga Eks Wamenaker Noel Ebenezer Akan Ajukan Pengalihan Tahanan
• 3 jam lalukompas.com
thumb
AS Roma Akhiri Tren Buruk Usai Tekuk Lecce 1-0 Lewat Gol Pemain Pengganti
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Polairud Polda Metro Bantu Bersihkan Lumpur Sisa Banjir di Kampung Melayu
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.