Hakan Fidan Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki melakukan serangkaian pembicaraan diplomatik untuk membahas langkah-langkah deskalasi untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah, khususnya perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Melansir Anadolu,berdasarkan sumber diplomatik Turki, Minggu (22/3/2026) waktu setempat, Fidan melakukan komunikasi terpisah dengan sejumlah pejabat penting, di antaranya Abbas Araghchi Menlu Iran, Badr Abdelatty Menlu Mesir, serta Kaja Kallas Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa. Ia juga berkomunikasi dengan perwakilan dari AS.
Pembicaraan tersebut difokuskan pada upaya mencari jalan keluar untuk mengakhiri konflik yang terus memanas di kawasan. Namun, tidak ada rincian lebih lanjut mengenai hasil diskusi yang diungkap ke publik.
Situasi di Timur Tengah sendiri semakin memanas sejak Iran menutup akses pelayaran di Selat Hormuz sejak awal Maret untuk AS dan sekutunya. Jalur ini merupakan rute vital energi dunia yang biasanya dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari serta hampir 20 persen perdagangan gas alam cair global.
Penutupan Selat Hormuz itu berdampak signifikan terhadap ekonomi global, mulai dari lonjakan biaya pengiriman dan asuransi hingga kenaikan harga minyak dunia.
Ketegangan kawasan terus meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan militer bersama ke Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan merengut lebih dari 1.300 korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke berbagai target di kawasan, termasuk Israel, Yordania, Irak, dan sejumlah negara Teluk.
Iran menyebut serangan tersebut menyasar aset militer AS. Rangkaian serangan balasan itu turut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan sektor penerbangan internasional. (bil/iss)




