OpenAI tengah menyiapkan gebrakan besar untuk merombak lini produknya dengan menyatukan aplikasi ChatGPT, platform coding Codex, dan browser Atlas ke dalam satu wadah besar bernama "superapp" versi desktop.
Langkah ini dikonfirmasi langsung oleh OpenAI menyusul laporan dari The Wall Street Journal. Tujuannya jelas, menyederhanakan pengalaman pengguna dan membuat operasional perusahaan jauh lebih efisien.
Chief of Applications OpenAI, Fidji Simo, mengungkapkan selama ini upaya perusahaan terlalu tersebar di banyak aplikasi. Hal ini dianggap memperlambat gerak OpenAI dalam menjaga standar kualitas produk mereka.
"Fragmentasi itu telah memperlambat gerak kami dan mempersulit kami untuk mencapai standar kualitas yang kami inginkan,” ujar Simo dalam laporan WSJ yang dikutip Reuters.
Simo bahkan menegaskan kepada para staf, mereka tidak boleh lagi terganggu oleh "side quests" atau proyek sampingan yang tidak fokus. Pasalnya, persaingan di dunia AI semakin memanas, terutama dengan keberhasilan rival berat mereka, Anthropic.
Untuk memimpin perombakan besar ini, Presiden OpenAI Greg Brockman akan turun tangan langsung mengawasi perubahan organisasi. Sementara Fidji Simo akan memimpin tim penjualan untuk memasarkan produk superapp ini ke pasar bisnis dan engineering.
Apa itu Superapp OpenAI?Superapp ini nantinya tidak hanya sekadar menggabungkan fitur chat. OpenAI ingin menyematkan kemampuan "agentic" AI. Artinya, sistem AI ini bisa bekerja secara otonom di komputer pengguna untuk menyelesaikan berbagai tugas, mulai dari menulis perangkat lunak hingga menganalisis data secara mandiri.
Rencananya, fitur otonom ini akan ditambahkan terlebih dahulu ke aplikasi Codex dalam beberapa bulan mendatang, sebelum akhirnya ChatGPT dan browser Atlas dilebur menjadi satu kesatuan.
Bagi yang belum tahu, Codex adalah platform kecerdasan buatan dari OpenAI yang dirancang khusus untuk membantu penulisan kode pemrograman secara otomatis. Sementara itu, Atlas merupakan peramban web (browser) besutan OpenAI yang difungsikan untuk mempermudah navigasi internet dan pencarian informasi dengan bantuan asisten AI yang lebih terintegrasi.
Ada pun langkah agresif ini juga disebut-sebut sebagai persiapan OpenAI untuk memenuhi target pendapatan yang ambisius dari para investor. Baik OpenAI maupun Anthropic dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk melantai di bursa saham (IPO) paling cepat pada akhir tahun ini.
Meski versi desktop akan mengalami perombakan total, OpenAI memastikan aplikasi ChatGPT versi mobile akan tetap tersedia seperti biasa tanpa perubahan besar untuk saat ini.
Strategi satu pintu ini pun diharapkan bisa mempererat kerja sama antar tim riset di internal OpenAI dan mengukuhkan posisi mereka sebagai pemimpin pasar AI di tengah kepungan para pesaing.





