Strategi Menhub Antisipasi Arus Balik Penyeberangan Sumatra-Jawa

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengevaluasi sejumlah titik krusial pada puncak arus mudik Lebaran 2026. Pihaknya menyiapkan langkah antisipatif untuk memastikan arus balik di lintas penyeberangan Sumatra-Jawa berjalan lebih terkendali, selamat, aman, dan lancar.

Hal itu dia sampaikan dalam rapat evaluasi dan koordinasi tersebut digelar di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Pelabuhan Merak pada Minggu (22/3/2026), dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Puncak arus mudik sudah kita lewati. Saat ini, fokus kita adalah memastikan arus balik dapat dikelola lebih baik, dengan respons yang lebih cepat serta strategi yang lebih matang,” tutur Dudy melalui keterangan resmi dikutip Senin (23/3/2026).

Menghadapi arus balik, Dudy menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui skenario yang lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika di lapangan.

Adapun, sejumlah strategi telah disiapkan, antara lain percepatan aktivasi tiba-bongkar-berangkat (TBB) saat terjadi peningkatan kendaraan, disertai simulasi kapasitas layanan pada skema 5 dan 6 dermaga guna memastikan daya tampung optimal. 

Antisipasi juga dilakukan terhadap potensi titik crossing di Bakauheni agar tidak menghambat arus bongkar muat, serta optimalisasi rest area melalui koordinasi intensif dengan Kepolisian dalam pengaturan distribusi dan arus kendaraan.

Selain itu, dilakukan evaluasi penggunaan dermaga non-TBB dan pengaturan jumlah kapal agar tetap efisien, serta menyiapkan opsi penggunaan lintas alternatif Pelabuhan Panjang–Krakatau Bandar Samudra (KBS) apabila terjadi penumpukan kendaraan.

Pemanfaatan teknologi juga diperkuat melalui penggunaan drone untuk pemantauan secara real-time, khususnya di wilayah Bakauheni, guna mengidentifikasi potensi antrean secara cepat dan akurat.

Di sisi hulu, optimalisasi buffer zone, rest area dalam penerapan mekanisme delaying system di Pulau Sumatra dilakukan melalui koordinasi bersama Korlantas Polri untuk menahan kendaraan sebelum memasuki pelabuhan. 

Di samping itu, peningkatan kewaspadaan dilakukan pada titik rawan, seperti area penjualan oleh-oleh di turunan flyover yang berpotensi menimbulkan hambatan lalu lintas.

Dudy menegaskan bahwa hasil evaluasi arus mudik menjadi dasar dalam menyempurnakan strategi arus balik, mengingat potensi pergerakan masyarakat masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

“Setiap catatan selama arus mudik harus segera kita perbaiki. Jangan menunggu masalah membesar. Kuncinya ada pada kecepatan respons dan ketepatan pengambilan keputusan di lapangan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi, puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026. Secara umum penyelenggaraan berjalan cukup baik. Namun, masih terdapat sejumlah catatan penting, salah satunya terkait penerapan mekanisme TBB yang baru optimal di 3–4 dermaga.

Ke depan, Dudy meminta agar mekanisme TBB dapat diberlakukan lebih cepat dan diperluas hingga 5–6 dermaga untuk meningkatkan kapasitas layanan serta menekan potensi antrean.

“Penerapan TBB harus lebih responsif terhadap dinamika di lapangan. Jika terjadi lonjakan, harus bisa segera diberlakukan secara optimal,” kata Dudy.

Dia turut menyoroti pentingnya pengendalian arus kendaraan (flow) di dalam kawasan pelabuhan agar antrean tidak meluas hingga keluar area pelabuhan.

Pengaturan di kawasan penyangga turut menjadi sorotan, seperti di Kawasan Indah Kiat yang memerlukan rekayasa operasional berupa penambahan atau pelebaran akses bongkar muat guna menghindari perpotongan arus kendaraan. 

Sementara itu, aktivitas pembelian tiket juga menjadi evaluasi, dengan perlunya perluasan radius zona pembelian tiket lebih dari 4 km untuk meminimalisasi penumpukan di titik-titik krusial menuju pelabuhan.

Dudy menegaskan, pentingnya penerapan sistem tiket Ferizy dengan prinsip satu NIK untuk satu tiket untuk mencegah praktik percaloan dan meningkatkan ketertiban layanan. 

“Tidak boleh ada ruang untuk praktik percaloan. Sistem harus menjamin keadilan, ketertiban, dan kemudahan bagi masyarakat,” tegasnya.

Dia menekankan, keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran. Kelancaran itu penting, tetapi keselamatan adalah yang utama. 

“Kita pastikan seluruh layanan berjalan selamat, aman, dan tertib sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan balik dengan nyaman,” pungkasnya.

Baca Juga

  • Kemenhub Sanksi 124 Pemilik Truk Pelanggar Pembatasan Angkutan Barang
  • Menhub Bilang Fasilitas Transportasi Mudik Lebaran 2026 Berjalan Baik
  • Kemenhub Catat 9,04 Juta Pemudik Naik Angkutan Umum Jelang Lebaran 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polres Batu Antisipasi Lonjakan Wisatawan di Libur Hari Kedua Lebaran
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Peta Kekuatan Militer 6 Negara Teluk: Siapa Paling Ganas Jika Perang?
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ketupat Lebaran dalam balutan budaya "rijsttafel"
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
• 6 jam lalueranasional.com
thumb
Kelas Menengah yang Terjepit: Gaya Hidup Mewah dengan Dompet yang Megap-megap
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.