Aurelie Moeremans memastikan bahwa Broken Strings akan dibuat dalam versi film. Aurelie mengumumkan hal itu lewat unggahan di Broadcast Channel Instagramnya Broken Strings Circle.
Keputusan itu bukan sesuatu yang instan. Aurelie Moeremans mengaku sudah melalui berbagai pertimbangan, termasuk meeting bersama banyak production house (PH) dan sutradara.
"Akhirnya aku memutuskan untuk membawa Broken Strings ke layar film," tulis Aurelie.
Alasan Aurelie Moeremans saat Pilih PH yang Akan Garap Film Broken StringsAurelie menegaskan keputusan tersebut ia ambil bukan didasarkan pada siapa yang paling menjanjikan viral atau menawarkan nilai terbesar.
"Aku memilih berdasarkan feeling aku, siapa yang benar-benar peduli dengan ceritaku, yang mau menyampaikan pesan ini dengan jujur, dengan hati, bukan hanya karena hype," tulis Aurelie.
Perempuan 32 tahun ini mengaku sangat antusias menyambut perjalanan menuju penggarapan film Broken Strings.
Jika sudah tayang di layar lebar, ia berharap, Broken Strings bisa menjangkau lebih banyak orang supaya makin aware terhadap bahaya child grooming.
"Dan mungkin membantu seseorang merasa tidak sendirian," tulis Aurelie.
kumparan mengkonfirmasi lebih lanjut mengenai Broken Strings yang akan dibuat dalam versi film. Aurelie mengatakan sudah ada PH yang tertarik untuk menggarapnya.
Namun, pemain film Baby Blues ini masih merahasiakan PH mana yang akan menggarap Broken Strings. Sementara itu, terkait sutradara, Aurelie mengatakan belum ada keputusan final hingga saat ini.
"Untuk PH-nya sudah, untuk sutradara masih belum 100% fix," kata Aurelie, Sabtu (21/3).
Aurelie membagikan pengalamannya menjadi korban grooming saat usia 15 tahun dalam buku Broken Strings. Grooming merupakan istilah yang merujuk pada kondisi ketika seorang anak berada di bawah manipulasi orang yang lebih dewasa.





