Dari Healing ke Nabung, Cara Anak Muda Mencintai Diri Berubah

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cara anak muda memaknai 'self-love' mulai berubah. Jika sebelumnya identik dengan perawatan diri dan kesehatan mental, kini muncul kesadaran baru bahwa kondisi keuangan juga menjadi bagian penting dalam mencintai diri sendiri.

Perubahan ini terlihat di tengah melemahnya kebiasaan menabung. OCBC Financial Fitness Index 2025 mencatat hanya 89 persen anak muda yang rutin menabung, turun dari 92 persen pada tahun sebelumnya. Penurunan tersebut menjadi sinyal bahwa disiplin finansial masih belum stabil.

Di sisi lain, pola konsumsi masih cukup tinggi. Sebagian anak muda masih memaknai kekayaan dari simbol material. Sekitar 40 persen mengaitkannya dengan rumah mewah, sementara 26 persen dengan mobil mewah.

Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran yang belum sepenuhnya seimbang. Di satu sisi, kesadaran menjaga kesehatan mental meningkat. Namun di sisi lain, pengelolaan keuangan belum menjadi prioritas utama, padahal tekanan finansial kerap menjadi sumber stres dalam kehidupan sehari-hari.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Seiring itu, muncul dorongan untuk memperluas makna self-love ke aspek finansial. Konsep ini dikenal sebagai self-saving, yakni upaya melindungi diri melalui kebiasaan menabung, mengatur pengeluaran, dan menghindari utang berlebihan.

“Pengelolaan keuangan tidak harus rumit. Yang penting bukan seberapa besar penghasilan, tetapi bagaimana mengelolanya secara konsisten,” seperti tertulis dalam artikel edukasi OCBC dikutip Senin (23/3/2026).

Langkah sederhana dinilai cukup untuk memulai. Pembagian pengeluaran antara kebutuhan, keinginan, dan tabungan menjadi salah satu cara yang mudah diterapkan. Selain itu, kebiasaan menabung secara otomatis juga dinilai membantu menjaga konsistensi.

Di tengah tekanan gaya hidup dan budaya konsumtif, pendekatan ini mulai dipandang sebagai kebutuhan. Anak muda didorong untuk tidak hanya mengejar kesenangan jangka pendek, tetapi juga membangun ketahanan finansial.

Perubahan cara pandang ini menandai fase baru dalam gaya hidup generasi muda. Mencintai diri sendiri tidak lagi berhenti pada aspek emosional, tetapi juga mencakup kesiapan menghadapi risiko keuangan di masa depan.

 

 

 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapan Pertandingan Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis Digelar?
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Operasi Bendera Palsu Terbongkar, AS Tembakkan Rudal ke Bahrain dan Lukai 32 Warga Sipil
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bakpia Legendaris Asal Malang Hadirkan Kembali Varian Pistachio Kunafa
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kata Mikel Arteta usai Arsenal Gagal Jadi Juara Piala Carabao karena Dihantam Manchester City
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Hari Kedua Lebaran, 67 Ribu Warga Padati Ragunan Sore Ini
• 22 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.