Jakarta: Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatat puncak kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan atau mal terjadi pada H+1 Lebaran 1447 H dengan proyeksi pertumbuhan secara keseluruhan mencapai dua digit.
Rata-rata kenaikan kunjungan diperkirakan berada di kisaran 10-15 persen selama periode libur Idulfitri tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat setelah hari pertama Idulfitri dan aktivitas silaturahmi.
Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan hampir semua kategori produk dan barang mengalami peningkatan penjualan selama Ramadan.
"Pola belanja berubah menjelang Idulfitri dan pada saat libur Idulfitri, masyarakat akan cenderung berbelanja produk makanan dan minuman (food and beverages) serta hiburan (entertainment)," kata Alphonzus seperti dikutip dari Antara, Senin, 23 Maret 2026.
Baca juga: Pemprov DKI Ajak Warga Berburu Promo di Mal, Kenapa?
(Ilustrasi mal. Foto: Wikipedia)
Habiskan libur Lebaran di mal
Ketika dijumpai, Hasnah (18), salah satu pengunjung Pondok Indah Mall (PIM) Jakarta yang datang bersama orang tuanya, mengaku memilih menghabiskan waktu libur Lebaran di pusat perbelanjaan karena tidak mudik tahun ini.
"Biasanya kami ke luar kota, ke Bandung. Tapi tahun ini ingin suasana berbeda, jadi ke mal saja karena lebih dekat," ujar dia.
Hasnah sempat mengira pusat perbelanjaan akan lebih lengang saat periode mudik. Namun, kenyataannya justru di luar ekspektasi. "Aku kira bakal sepi karena banyak yang mudik, ternyata ramai banget sampai desak-desakan di skywalk," kata dia.
Senada, sang ibu, Yanti (48), menyebut kunjungan ke mal pada momen Lebaran juga sudah menjadi alternatif kegiatan keluarga, meski tetap diselingi agenda silaturahmi. "Tadi juga sempat ke rumah saudara, tapi memang kami sisihkan waktu untuk jalan-jalan ke mal," tutur dia.
Ia menambahkan, pada momen Lebaran pengeluaran cenderung meningkat, baik untuk kebutuhan silaturahmi maupun belanja saat berkunjung ke pusat perbelanjaan. "Biasanya kami siapkan anggaran sekitar Rp1,5 juta sampai Rp2 juta untuk belanja," kata Yanti.




