Penulis: Fityan
TVRINews -Jakarta
Polda Metro Jaya Berduka atas Gugurnya Personel Ditlantas Saat Bertugas.
Korps Bhayangkara diselimuti awan duka setelah salah satu putra terbaiknya, Brigadir Fajar Permana, mengembuskan napas terakhir usai menuntaskan tugas mulia dalam pengamanan arus mudik Lebaran 2026.
Anggota Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya tersebut diduga mengalami kelelahan fisik ekstrem akibat dedikasi tanpa henti di lini terdepan pelayanan masyarakat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa institusi merasa kehilangan sosok polisi muda yang memiliki integritas tinggi. Berdasarkan keterangan resmi pada Senin 23 maret 2026 , almarhum dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan yang drastis serta gangguan pernapasan setelah berjaga secara maraton di berbagai titik krusial.
"Polda Metro Jaya sangat kehilangan sosok Bhayangkara muda yang berdedikasi tinggi seperti almarhum Brigadir Fajar Permana," ujar Kombes Pol Budi Hermanto dalam pernyataannya resmnya yang dikutip Humas Polda Metro Jaya.
Pengabdian di Balik Kelancaran Arus Mudik
Wafatnya Brigadir Fajar menjadi pengingat nyata atas besarnya risiko dan beban kerja yang dipikul aparat kepolisian selama Operasi Ketupat 2026.
Almarhum diketahui bekerja melampaui batas stamina fisik demi memastikan jutaan pemudik dapat merayakan hari raya di kampung halaman dengan aman.
Kombes Pol Budi Hermanto menekankan bahwa semangat yang ditunjukkan almarhum adalah cerminan dari jati diri kepolisian yang mengedepankan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi.
Sebagai bentuk apresiasi negara, pihak kepolisian berkomitmen untuk memenuhi seluruh hak-hak almarhum serta memberikan santunan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Evaluasi Kesehatan Personel di Lapangan
Insiden memilukan ini memicu langkah preventif cepat dari pimpinan tertinggi kepolisian daerah. Kapolda Metro Jaya telah menginstruksikan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) untuk memperketat pengawasan medis terhadap personel yang masih bertugas di pos-pos pengamanan.
"Bapak Kapolda telah memerintahkan jajaran Dokkes untuk menyisir kesehatan anggota di lapangan," tambah Budi. Guna memastikan kondisi fisik ribuan personel lainnya tetap terpantau dan mencegah terulangnya tragedi serupa di tengah intensitas kerja yang tinggi.
Keluarga besar Polda Metro Jaya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memanjatkan doa terbaik bagi almarhum.
Kepergian Brigadir Fajar Permana tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat, namun juga menjadi warisan inspirasi tentang arti ketulusan dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada bangsa, meskipun nyawa menjadi taruhannya.
Editor: Redaktur TVRINews





